Suara.com - Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum RI Arif Rahman Hakim mengatakan anggaran untuk menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 telah disepakati jumlahnya sekitar Rp10,8 triliun.
"KPU memang mendapatkan anggaran yang totalnya cukup besar. Untuk 2018 ini jumlahnya sekitar Rp10,8 triliun," kata Arif di Yogyakarta, Kamis (23/11/2017) malam.
Menurut Arif, sebanyak 51 persen dari total anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk membayar Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.
"Rp10,8 triliun yang diberikan ke KPU hampir 51 persen diperlukan untuk membiayai badan penyelenggara ad hoc (PPK, PPS dan KPPS). Artinya lebih dari Rp5 triliun atau mendekati Rp6 triliun untuk membiayai badan penyelenggara ad hoc," ujar Ariif.
Arif menjelaskan, untuk menjalankan Pilkada 2018 dengan jumlah pemilih mendekati 200 juta, lalu jumlah TPS sekitar 800 ribu TPS, maka KPU membutuhkan sebanyak 5 juta orang untuk ikut tergabung dalam badan penyelenggara ad hoc.
"Kita dihitung, melibatkan sekitar 5 juta orang untuk duduk di badan penyelenggara ad hoc," tutur Arif.
Untuk diketahui, KPU akan menggelar Pilkada serentak pada 2018 mendatang. Ada 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten, yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Terkini
-
Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari
-
Cegah Aset Sitaan Menyusut, DPR Usul Badan Khusus Biar Aset Koruptor Tak Menguap
-
Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi
-
Tak Dikabulkan PN Tipikor Jakarta, Irvian Bobby Sultan Kemnaker Batal Jadi Saksi Sidang Noel
-
Heboh Ultah Komu! Saat 41 Ribu Orang Rela Antre Demi Lihat Gorila Pemetik Kelapa di Ragunan
-
Legal Tapi Dipersoalkan, Pengangkatan Anak Bupati Malang Disorot Pakar
-
Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi
-
MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!
-
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
-
JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya