Suara.com - Tiga orang ditangkap peserta perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017). Mereka dibekuk setelah diduga mencopet barang berharga milik jamaah.
Mereka diinterogasi dan dipukuli dulu sebelum dibawa petugas dengan mobil jenis pikap untuk diamankan di pos pengamanan.
Herman salah seorang pemuda yang ikut menginterogasi ketiga lelaki. Herman mengatakan ketika diinterogasi, ketiga orang tadi mengaku berprofesi sebagai wartawan di Bandung, Jawa Barat. Untuk meyakinkan, mereka sampai menunjukkan kartu pers.
"Kita memang melakukan pantauan dari tadi. Nah yang terpantau ya tiga orang ini. Mohon maaf mereka juga mengaku wartawan. Ada kartu pers yang mereka pakai. Katanya media Bandung," kata Herman.
Dari ketiga lelaki tadi diamankan sejumlah barang berharga.
"Ada tiga buah handphone. Kita juga temukan uang ratusan ribu didompet salahsatu dari mereka, saya nggak tahu itu hasil copet atau bukan," ujar Herman.
Johandika, pelajar SMP, mengatakan salah satu ponsel yang diamankan dari ketiga lelalki tadi, miliknya.
"Itu HP saya satunya. Tadi waktu lagi berdiri solawatan gitu pas mau ambil HP kok nggak ada. Terus dicari, kita lapor sama abang-abang tadi, baru didapat dari mereka itu," kata Johan.
Tag
Berita Terkait
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
-
Suzuki Bandit Kalah Ganteng, Pesona Hero Hunk 150 XTEC Bikin Kesengsem
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?