Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu menteri-menteri luar negeri negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia, Senin (11/12/2017) kemarin.
Netanyahu sendiri, tengah bermuhibah ke negara-negara UE untuk meredam protes, setelah Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Rabu (6/12) pekan lalu.
Sebelum memulai pertemuan, Perwakilan Tinggi UE untuk Kebijakan Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Federica Mogherini dan PM Netanyahu mengadakan konferensi pers.
Dalam konferensi pers itu, Mogherini mengatakan kunjungan Netanyahu adalah “peristiwa bersejarah”. Sebab, Netanyahu merupakan PM Israel pertama yang mengunjungi lembaga UE dalam 22 tahun terakhir.
Mogherini menuturkan, Netanyahu selanjutnya akan bertemu dengan para menteri luar negeri Uni Eropa untuk membahas proses perdamaian Timur Tengah, hubungan bilateral UE-Israel dan isu-isu regional sebagai agenda utama.
“Menemukan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk masalah Israel-Palestina penting bagi kepentingan Israel, terutama untuk kepentingan keamanan,” kata Mogherini, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/12/2017).
Karena itu, UE akan terus berupaya untuk memulai kembali proses perdamaian antara kedua negara, tambah dia.
“Satu-satunya solusi yang realistis adalah solusi dua negara dalam kerangka perbatasan tahun 1967, yang akan memastikan bahwa Yerusalem menjadi ibu kota dari kedua negara," kata Mogherini.
Mogherini juga menegaskan, bahwa harus ada pencegahan meningkatnya ketegangan di kawasan. Dia juga mengecam serangan yang menargetkan orang-orang Yahudi di Eropa dan Israel.
Baca Juga: Cabuli Anak Tetangga, Warga Lenteng Agung Dibekuk Polisi
Di lain sisi, Netanyahu mengatakan Eropa dan Israel adalah “sekutu penting” dan bekerja sama untuk perdamaian dan kesejahteraan.
"Kemitraan antara Israel dan Eropa penting bagi Israel dan juga Eropa,” kata dia.
Netanyahu juga mengklaim bahwa mereka telah menawarkan perdamaian kepada Palestina selama 100 tahun namun malah mendapatkan serangan terus-menerus.
“Masyarakat Palestina menyangkal keberadaan dan sejarah Israel. Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Israel selama 3 ribu tahun,” ujarnya.
Menyebut bahwa umat Yahudi tidak pernah memutus ikatan dengan Yerusalem, Netanyahu mengatakan, “Namun ikatan ini disangkal dengan keputusan konyol di UNESCO dan di platform PBB yang berupaya mengingkari sejarah dan fakta sejarah.”
Netanyahu menilai, perdamaian hanya bisa dibangun dengan menerima kenyataan, "Trump hanya mengungkapkan fakta secara jelas,” tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat