Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan penataan kawasan Tanah Abang tahap pertama atau jangka pendek, Jumat (22/12/2017). PKL boleh berjualan di jalanan sekitar Tanah Abang.
Penataan tahap pertama atau jangka pendek yakni diberlakukannya penutupan jalan di Jalan Jati Baru Raya mulai pukul 08.00-18.00 WIB.
Adapun satu sisi jalan tersebut digunakan untuk pedagang kaki lima. Sementara satu sisi jalan lainnya digunakan untuk jalur bus Transjakarta.
Tampak ratusan tenda berwarna merah dan biru yang berada di sepanjang 400 meter di sisi Jalan Jati Baru raya.
Tenda-tenda tersebut sebagian sudah dipenuhi pedagang kaki lima yang mayoritas berjualan pakaian.
Kemudian di jalan tersebut tampak berjejer beberapa bus Transjakarta bertuliskan 'Tanah Abang Explorer'. Bus tersebut disediakan gratis bagi masyarakat yang melewati kawasan tersebut ataupun berbelanja di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, arah Jalan Jati Baru sudah tertutup oleh beton pemisah jalan yang dijaga oleh petugas. Spanduk pengumuman di Jalan Jati Baru juga terpasang tulisan "Penataan Bersama Kawasan Tanah Abang mulai Jumat 22 Desember 2017 pukul 08.00-pukul 18.00 WIB".
Jalan Jatibaru Raya Ditutup. Mulai Depan Pemuda Pancamarga S/D Blok G Agar Menyesuaikan Pengaturan Yang Ditentukan.
Kemudian, tampak beberapa PKL juga masih menjamur di trotoar Jalan Jati Baru Raya.
PKL Keluhkan Penataan Tanah Abang
Sementara itu, masih ada PKL mengeluhkan tidak mendapat tenda untuk berjualan meski sudah menyerahkan formulir pengajuan tenda. Noor (54) salah satu PKL Tanah Abang mengaku tak dapat tenda. Pasalnya dirinya sudah mengajukan formulir.
"Kita nggak dapat tenda, padahal Kartu Tanda Penduduk sudah DKI, sudah didata juga sampai tiga kali masa nggak dapet juga. Sekarang jadi bingung dagangnya dimana kan di trotoar udah nggak boleh," ujar Noor di Tanah Abang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan
-
1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?