Suara.com - Dari hasil seleksi ketat tim penilai, anugerah karya budaya Jawa Barat, kategori maestro seni jatuh kepada seniman Abdul Wahyu Affandi atau lebih dikenal bernama Doel Sumbang. Sedangkan kategori pelestari kebudayaan penghargaan diberikan kepada Rumah Batik Komar.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan langsung penghargaan, sertifikat, dan uang kadeudeuh kepada pemenang pada Malam Pemberian Penghargaan Anugerah Karya Budaya Jabar 2017 yang digelar di Aula Barat Gedung Sate Bandung.
Gubernur Aher mengatakan pemberian penghargaan ini agar lebih memacu seniman dan budayawan lainnya untuk terus berkarya. Selain juga sebagai penghargaan dan dedikasi dalam pelestarian budaya sunda minimal selama 20 tahun.
"Ini penghargaan atas prestasi dan dedikasi dalam pembangunan budaya di Jabar serta bentuk perhatian kami pada pelaku dan pelestari budaya sunda," kata Aher.
Kedepan, penghargaan budaya tidak hanya akan diberikan pada bidang seni saja tetapi juga bidang lainnya seperti sosial, agama, sastra.
"Saya inginnya seperti itu supaya makna kebudayaannya meluas. Kan sering kali budaya dimaknai dengan seni saja seperti seni rupa, musik, padahal banyak hal-hal lain terkait budaya," ucapnya.
Aher berharap penghargaan tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi untuk lebih peduli terhadap pengembangan budaya Indonesia.
"Kita hargai tokoh yang secara konsisten dan berkontriusi aktif melestarikan budaya kita," ujar Aher.
Ditemui usai menerima penghargaan, Abdul Wahyu Affandi atau Doel Sumbang mengaku tak menyangka akan menerima penghargaan bergengsi tersebut.
"Kalau di dalam lagu Bulan Bisa Ngomong itu ada kata aku kehabisan kata-kata, jadi saya tidak punya kata-kata untuk menyampaikan rasa bahagia ini," ucap Doel.
Ia menerangkan, hanya diundang saja untuk menghadiri anugerah budaya dan diminta untuk menyumbang beberapa lagu.
"Makanya pas tadi ada pengumuman saya kaget sekali karena nggak ada bocoran sedikitpun," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ida Hernida selaku penyelenggara mengungkapkan, bobot penilaian pada pemberian penghargaan kepada kategori maestro seni dan pelestari budaya seni untuk tahun ini lebih berat dan diharuskan memiliki aspek kualitas serta kontinyuitas.
Tim penilai penghargaan anugerah karya budaya Jabar 2017 terdiri dari, Setiawan Sabana selaku ketua dewan juri, Gugun Gunardi, Reiza D Dienaputra, Alm. Dede Mariana dan Bucky Wikagoe.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Tuntut Transparansi dan Sanksi Tegas
-
Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan
-
Tabung Gas Bocor, Sebuah Lapangan Padel Meledak di Kabupaten Bogor
-
Vonis 8 Tahun Cuma Jalan 4 Tahun, Doni Salmanan Eks Crazy Rich Resmi Bebas Bersyarat!
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!
-
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik