Ia menuturkan, tak pernah sekali pun melihat adanya wartawan Israel yang lain di tengah-tengah demonstrasi warga tersebut.
"Namun, dalam perjalanan pulangku, aku mendengar presenter radio memberitakan terjadi 'kerusuhan' di Nabi Saleh dan mengatakan 'pasukan kita' sudah bisa mengendalikan massa serta situasi di sana," kritiknya.
Saksi Brutalitas Israel
Lisa mengisahkan, warga Nabi Saleh selalu menggelar aksi protes setiap hari Jumat. Aksi-aksi itu sudah digelar sejak beberapa dekade lalu.
Sebagai respons atas aksi itu, Israel setiap minggu juga mengerahkan pasukan tambahan ke daerah tersebut untuk menghadapi demonstrasi massa.
Lisa mengungkapkan cara kerja militer Israel untuk menghadapi aksi tersebut, yang ia saksikan selama bertahun-tahun.
"Sekitar tengah hari, kendaraan militer memasuki desa dan parkir di bagian bawah jalannya. Pasukan bersenjata berat dan memakai perlengkapan tempur, turun dari kendaraan, memuat senjata mereka, dan menunggu. Terkadang mereka mulai menembak begitu demonstrasi dimulai, dan terkadang mereka menunggu remaja melempar batu ke arah mereka sebelum melepaskan tembakan. Begitulah," terangnya.
Dalam insiden terbaru, terus Lisa, terdapat insiden yang disaksikannya sendiri, yakni seorang tentara Israel membuka pintu belakang mobil jipnya yang berlapis baja saat sedang dalam perjalanan keluar dari desa Nabi Saleh.
Setelah membuka pintu jipnya, Lisa menyaksikan tentara tersebut menembakkan tabung gas air mata langsung ke wajah sepupu Ahed yang berusia 21 tahun, yakni Mustafa. Pemuda itu tewas, tapi tak ada yang pernah mengecam insiden tersebut. Tak pula ada yang diadili akibat peristiwa itu.
Baca Juga: Israel: Serangan Roket dari Gaza Didalangi Iran
Suatu ketika, kata Lisa menuturkan peristiwa lain, ia pernah berdiri di atap sebuah rumah bersama tiga gadis yang tinggal di sana. Mereka menyaksikan aksi warga dari jarak jauh. Mendadak, ada satu prajurit Israel menyeruak ke arah mereka dan melepaskan tembakan gas air mata.
Prajurit itu juga menembakkan sejumlah tabung gas air mata ke jendela ruang keluarga rumah tersebut. Salah satu gadis yang bersamanya mengatakan kepada Lisa, "Orang tuaku sudah tak lagi mau mengganti kaca yang pecah akibat tembakan Israel, karena harganya mahal."
Lain waktu, sambung Lisa, ia juga menyaksikan para tentara sengaja menembak sebuah rumah kecil memakai gas air mata sampai para penghuninya batuk-batuk dan memuntahkan lendir dan terpaksa keluar. Padahal, penghuni rumah itu adalah dua perempuan tua yang sudah membungkuk dan satu perempuan muda berusia 20-an.
"Itu hanya beberapa hal yang saya lihat di Nabi Saleh," tukasnya.
"Pernah, aku melihat sendiri seorang tentara Israel mencengkeram bocah Palestina yang menangis histeris dan melemparnya ke mobil. Ia lantas mendorong ibu yang hendak merebut anak itu," terangnya.
Namun, Lisa mengakui, pandangan politiknya sebagai seorang Yahudi dan jurnalis benar-benar berubah setelah melihat sendiri perjuangan keluarga Tamimi di Nabi Saleh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi