News / Internasional
Senin, 01 Januari 2018 | 13:35 WIB
Demonstrasi massa anti-pemerintah di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. [Hamed Malekpour/Tasnim News/AFP]

200 Ditahan

Sebanyak 200 pedemo anti-pemerintah ditahan di ibu kota Iran, Teheran, sepanjang demonstrasi pada Sabtu, menurut Kantor Berita Buruh Iran (ILNA).

Beberapa pendemo yang ditahan kemudian dilepaskan, kata Wakil Gubernur Provinsi Teheran Ali Asghar Naserbakht kepada ILNA.

Sejumlah 40 lainnya yang dianggap sebagai pemimpin demonstrasi tetap ditahan, tambah Naserbakht.

Kepala Jaksa Penuntut Umum di Teheran Abbas Jaffari Dolatabadi mengatakan, sekelompok pemrotes bertindak membahayakan sebuah masjid, sebuah pom bensin, kantor-kantor pemerintah, dan fasilitas umum.

Menurut media lokal, pendukung pemerintah di kota-kota besar, termasuk ibu kota Teheran, meminta rezim untuk memenuhi rekomendasi ekonomi dari Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Berbicara di Masjid Grand Musalla di Teheran, Mahmoud Araki, anggota Dewan Ahli Khamenei, berkata bahwa Iran sedang perang harga dengan Barat dan pemerintahan Hassan Rouhani seharusnya menjalankan program “Perlawanan Ekonomi” yang dibuat Khamenei.

Seruan yang sama juga datang dari protes pro-pemerintah di kota terbesar di Iran, Mashhad, yang juga merupakan pusat demo anti-pemerintah.

Baca Juga: Libur Tahun Baru, 84.657 Pengunjung Banjiri Ragunan

Load More