Suara.com - Iran tengah diterpa gelombang demonstrasi massa besar-besaran. Aksi itu bermula dari merosotnya kondisi ekonomi di negara tersebut. Namun, aksi itu dengan cepat melenceng menjadi bermuatan politik.
“Sangat terlihat bahwa mereka yang kalah pada pemilihan presiden lalu senang melihat demonstrasi massal ini,” terang jurnalis dan ahli politik Iran Abbas Abdi kepada Anadolu Agency, Minggu (31/12/2017).
Ribuan rakyat Iran turun ke jalan di kota-kota bagian timur laut pada Kamis (28/12) untuk memprotes naiknya harga-harga dan mismanajemen dalam sistem pemerintahan. Protes ini dengan cepat menyebar menjadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negara.
Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Gubernur Mashhad Mohammad Rahim Norozian, yang berkata polisi telah berhasil membubarkan protes, dan menahan lebih dari 50 pedemo.
“Mereka yang menerima deviden tinggi dari hasil investasi mulai meminta untuk menarik kembali investasi setelah merugi, meski sejak awal tidak ada jaminan dari pemerintah dan Bank Sentral,” ujar Abdi, menunjukkan bahwa demo kali ini disebabkan oleh “jatuhnya perusahaan-perusahaan keuangan”.
Abdi melanjutkan, karena mayoritas perusahaan keuangan yang bangkrut berada di wilayah timur laut di provinsi Khorasan, demonstrasi dimulai di Mashhad, kota yang terletak di tengah-tengah provinsi itu.
Dia juga menekankan, kesalahan-kesalahan di bidang ekonomi yang terjadi di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad turut menyumbang sebagai alasan di balik protes baru-baru ini.
“Tentu saja, insiden [jatuhnya perusahaan-perusahaan finansial] adalah pemantik, terlepas dari itu, masyarakat dari lapisan bawah telah menunggu keadaan seperti ini untuk menyuarakan aspirasi.”
Baca Juga: Libur Tahun Baru, 84.657 Pengunjung Banjiri Ragunan
Namun Abdi menggarisbawahi, permasalahan ekonomi bukan satu-satunya alasan terjadinya protes.
“Sangat jelas lingkaran yang kalah pada pemilihan presiden lalu sangat senang melihat demonstrasi terjadi, namun yang mereka tidak sadari, protes yang tadinya berawal karena keadaan ekonomi dengan cepat beralih menjadi medium bagi permasalahan lain, termasuk politik.”
Abdi kemudian menyebutkan imbas insiden di Iran yang bisa memengaruhi negara-negara tetangganya.
“Wajar bila negara-negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan Iran menikmati situasi ini. Sama saja, Iran juga akan menikmati situasi jika hal yang sama terjadi di negara-negara tersebut,” tambah dia.
Dia juga menyinggung bahwa Iran juga “tidak senang dengan penggagalan kudeta di Turki tahun lalu, yang sedianya bisa membuat wilayah tersebut tak stabil.”
Sebaliknya, negara-negara yang tidak menginginkan kestabilan di wilayah Iran tak akan gembira dengan perkembangan yang ada di Iran selama ini, kata Abdi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek