News / Nasional
Senin, 01 Januari 2018 | 16:56 WIB
Markas Polsek Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dilempar bom molotov, pada malam tahun baru, Senin (1/1/2018) dini hari tadi. [Kabar Makassar]
Polisi belum dapat memastikan apakah orang yang meneror kantor Polsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan alat peledak low explosive, pagi tadi, jaringan teroris atau bukan.

"Kami belum memastikan bahwa penyerangan ini melibatkan jaringan (teroris) A atau B. Dugaan sementara ada pelaku melakukan penyerangan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal di gedung Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018).

Iqbal kemudian menjelaskan kenapa polisi meyakini alat peledak yang melukai Kapolsek Bontoala Komisaris Rafiuddin dan Brigadir Junisyam masuk kategori low explosive.

"Bahan itu hampir identik dengan bahan petasan karakternya low explosive, kalau misalnya ledakannya sangat besar, high explosive, mungkin sudah (banyak yang menjadi korban)," kata dia.

Iqbal mengharapkan publik memberikan dukungan kepada petugas untuk segera mengungkap kasus.

Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan, publik tetap tenang.

"Jangan membuat masyarakat cemas. Bisa dikatakan bahwa penyerangan ini biasa-biasa saja, masyarakat jalankan terus aktivitasnya," kata dia.

Ledakan terjadi di bagian belakang kantor polisi di Jalan Sunu yang bersebelahan dengan Masjid Al Markaz Al Islami.

Tahun baru aman

Iqbal mengatakan malam pergantian tahun di negeri ini relatif aman.

"Kondisi Indonesia secara umum aman, lancar, dan kondusif. Trafic engineering di puncak lancar kan?" ujar Iqbal.

"Itu menunjukan kita berhasil melakukan upaya pengelolaan keamanan di seluruh Indonesia," Iqbal menambahkan.

Polri mengapresisi TNI dan elemen masyarakat yang turut mendukung pengamanan.

"Kita mampu melewati malam tahun baru dengan aman dan kondusif," kata dia.


Tag

Load More