Rapat di Komisi II [suara.com/Dian Rosmala]
Fraksi Gerindra DPR meminta Kementerian Dalam Negeri melarang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik terlibat proses rekapitulasi surat suara hasil pemilu.
"Selasa ini, kesbangpol masih ikut hitung suara hasil pemilu, pilkada, jadi seperti zaman Orde Baru. Bahkan lebih hebat dari KPU dan bawaslu nanti," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Gerindra dalam rapat gabungan antara Komisi II, Komisi III DPR bersama Mendagri, Kapolri, KPU, Bawaslu, Kejagung dan KPK di DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Riza mengatakan rekapitulasi suara merupakan hak dan kewajiban KPU dan bawaslu.
"Jadi saya yakin pak Mendagri bisa melarang, sudahlah kesbangpol tak perlu dan tak usah ikut-ikut hitung hasil suara. Kalau mau tahu, tanya KPU," ujar Riza.
Dalam konteks pilkada tahun ini, kata dia, banyak calon kepala daerah incumbent yang ikut kompetisi. Kedekatan mereka dengan pejabat kesbangpol sangat mungkin untuk dimanfaatkan.
"Jadi supaya tidak ada lagi dua, tiga tafsir terhadap hasil pilkada," tutur Riza.
Riza meminta Tito Karnavian melarang anggota ikut-ikutan penghitungan suara. Riza mengatakan fakta yang terjadi di lapangan, oknum sering terlibat.
"Ternyata Polisi ini lebih hebat, lebih cepat, lebih teliti dan lebih serius juga menghitung suara daripada KPU dan bawaslu. Itu terbukti lebih cepat, karena punya jaringan yang luar biasa, pengalamannya, bahkan kalau ingin jujur teknologinya lebih hebat," ujar Riza.
Ia meminta agar Tito melarang anak buahnya ikut-ikutan menghitung hasil pemilu agar tidak terjadi multi tafsir atas hasil penghitungan.
"Saya berharap, mulai pilkada dan pemilu ke depan ini, tidak perlu lagi institusi mana pun di luar KPU dan bawaslu, juga terlibat melakukan rekapitulasi," kata Riza.
"Selasa ini, kesbangpol masih ikut hitung suara hasil pemilu, pilkada, jadi seperti zaman Orde Baru. Bahkan lebih hebat dari KPU dan bawaslu nanti," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Gerindra dalam rapat gabungan antara Komisi II, Komisi III DPR bersama Mendagri, Kapolri, KPU, Bawaslu, Kejagung dan KPK di DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Riza mengatakan rekapitulasi suara merupakan hak dan kewajiban KPU dan bawaslu.
"Jadi saya yakin pak Mendagri bisa melarang, sudahlah kesbangpol tak perlu dan tak usah ikut-ikut hitung hasil suara. Kalau mau tahu, tanya KPU," ujar Riza.
Dalam konteks pilkada tahun ini, kata dia, banyak calon kepala daerah incumbent yang ikut kompetisi. Kedekatan mereka dengan pejabat kesbangpol sangat mungkin untuk dimanfaatkan.
"Jadi supaya tidak ada lagi dua, tiga tafsir terhadap hasil pilkada," tutur Riza.
Riza meminta Tito Karnavian melarang anggota ikut-ikutan penghitungan suara. Riza mengatakan fakta yang terjadi di lapangan, oknum sering terlibat.
"Ternyata Polisi ini lebih hebat, lebih cepat, lebih teliti dan lebih serius juga menghitung suara daripada KPU dan bawaslu. Itu terbukti lebih cepat, karena punya jaringan yang luar biasa, pengalamannya, bahkan kalau ingin jujur teknologinya lebih hebat," ujar Riza.
Ia meminta agar Tito melarang anak buahnya ikut-ikutan menghitung hasil pemilu agar tidak terjadi multi tafsir atas hasil penghitungan.
"Saya berharap, mulai pilkada dan pemilu ke depan ini, tidak perlu lagi institusi mana pun di luar KPU dan bawaslu, juga terlibat melakukan rekapitulasi," kata Riza.
Komentar
Berita Terkait
-
Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah
-
MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT
-
Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua
-
Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan
-
Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno