Suara.com - Jumlah kasus keracunan makanan di Indonesia mengalami peningkatan dari 2016 sebesar 106 kejadian menjadi 142 kejadian di 2017.
Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, mengatakan peningkatan kasus keracunan ini dapat menyebabkan biaya kesehatan membengkak karena penyakit bawaan pangan ini memicu jatuhnya korban.
"Pangan yang tercemar dapat menyebabkan penyakit bawaan pangan, terutama untuk anak-anak dan lansia," ujar Anung pada temu media yang dihelat FAO dan WHO di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Ia menambahkan, kasus keracunan pangan menempati porsi 25 persen dari total kejadian penyakit sejak 2015-2016. Risiko ini bisa diminimalkan dengan upaya pengawasan pangan di sektor komersil dan rumah tangga.
"Untuk meningkatkan pengawasan pangan, kami menerapkan prinsip hygiene sanitasi pangan. Kami juga berikan sertifikat hygiene layak pangan pada pedagang makanan untuk menjamin pangan yang disajikan aman bagi konsumen," tambah dia.
Ia pun berharap adanya kerjasama lintas sektor untuk menekan angka keracunan pangan dengan melakukan pengawasan pangan bersama-sama baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Usulan yang kami telaah adalah peningkatan kerjasama dengan sektor lain di provinsi dan kabupaten kota. Karena keamanan pangan dan pengendalian keracunan makanan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga," tandasnya.
Baca Juga: Sandiaga akan Buka Dialog dengan Sopir Angkot Tanah Abang
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!