Suara.com - Sejumlah nelayan asal Cirebon, Jawa Barat, meminta Satuan Polisi Perairan Polda Lampung memberikan jaminan keamanan saat melaut. Khususnya di perairan sekitar Kuala Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.
Mereka merasa terancam dari perompakan.
"Mohon kiranya kepada polisi diberi rasa aman di laut Lampung dan mohon ditindak para perompaknya," kata salah satu nelayan, dan dibenarkan oleh sejumlah nelayan asal Cirebon, Jawa Barat yang meminta nama mereka tidak disebutkan, saat berlabuh di perairan pantai timur laut Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (25/1/2018).
Harapan itu disampaikan sejumlah nelayan asal Cirebon, menyusul sejumlah rekannya sesama nelayan yang dirompak di tengah laut Kuala Teladas, Tulangbawang.
Kejadian perompakan itu menurut mereka terjadi berlangsung pada Sabtu (20/1/2018) kemarin.
"Baru beberapa hari ini teman-teman saya nelayan dari Cirebon dirompak di laut Teladas Tulangbawang, pas tanggal 20 kemarin," katanya lagi.
Dalam kejadian itu, menurut mereka, semua hasil tangkapan berupa kepiting rajungan dirampas dan hanya mesin kapal yang disisakan.
"Berikut barang pribadi seperti handphone diambil juga, hanya mesin kapal yang tidak diambil," kata para nelayan itu pula.
Akibat kejadian perompakan itu, para nelayan ini cemas saat melaut karena khawatir para perompak akan beraksi kembali, sehingga mereka berharap jaminan keamanan di wilayah laut Lampung dari aparat kepolisian setempat. (Antara)
Baca Juga: Cerita Miris Empat WNI yang Disandera Perompak Somalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat