Suara.com - Masalah gizi buruk masih masih mengintai Indonesia. Di Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari ini, Indonesia dilaporkan mengalami kasus di Asmat, Papua, yaitu 67 bayi dilaporkan meninggal akibat menderita gizi buruk.
Disampaikan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, gizi buruk masih ada di Indonesia karena beberapa hal. Pertama kata dia, gizi buruk bukan hanya persoalan ekonomi dalam mengakses makanan tapi juga ketidaktahuan masyarakat dalam memilih dan mengolah bahan pangan.
"Saya mendapatkan laporan, sekalipun disana banyak ikan, orang Asmat lebih memilih makan ayam. Ketidaktahuan pentingnya makanan lokal menjadi satu hal yang sangat penting meningkatkan gizi buruk," ujar dia pada Peringatan Hari Gizi Nasional 2018 di Kementerian Kesehatan, Kamis (25/1/2018).
Tak hanya itu, peran multisektor juga penting untuk menekan kasus gizi buruk di Indonesia. Anung mencontohkan, kasus gizi buruk di Papua tak hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Kondisi sanitasi di Papua kata dia sangat buruk sehingga meningkatkan kerentanan balita mengidap infeksi yang pada gilirannya memicu gizi buruk.
"Masalah sanitasi, air disana tidak ada. Di daerah Asmat juga tidak mungkin dibuatkan air bor. Kemungkinan dengan penampungan air hujan. Ini juga persoalan, kita kampanyekan cuci tangan pakai sabun tapi disana airnya saja tidak ada. Sehingga angka infeksi tetap tinggi," tambah dia.
Ia menambahkan, hasil pemantauan status gizi (PSG) 2017 menyebutkan bahwa secara keseluruhan kasus gizi buruk di Indonesia mencapai 3.8 persen atau sekitar 906 ribu anak-anak di Indonesia. Sementara kasus gizi kurang mencapai 14 persen atau sekitar 3.3 juta anak Indonesia masih kekurangan gizi.
"Gizi buruk kita inginnya dibawah tiga persen. Ingin kita tekan. Dalam skala rumah tangga tidak boleh ada satupun yang menderita gizi buruk," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!