Suara.com - Imam Besar Fron Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke Indonesia pada 22 Februari 2018 mendatang. rencana ini dibenarkan pengacara Rizieq, Eggy Sudjana yang saat ini masih terbaring sakit di Rumah Saki Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, akibat serangan jantung ringan, Sabtu (27/1/ 2018) kemarin.
Eggy berharap kedatangan Rizieq yang selama ini menetap di Arab Saudi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi, disikapi dengan baik oleh aparat penegak hukum.
"Terutama imbauan saya kepada Presiden Republik Indonesia yang kita hormati, bapak Jokowi supaya kepulangan Habib Rizieq kondusif," kata Eggy ditemui di RS Harapan Kita.
Eggy berharap agar Presiden, Polri dan Rizieq bersinergi membangun bangsa dan mendamaikan konflik-konflik yang seringkali terjadi di masyarakat akibat perbedaan. Termasuk perlakuan hukum yang adil terhadap kliennya Habib Rizieq.
"Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Dasar 45 bahwa setiap manusia di Indonesia ini, setiap warga negara, persamaan kedudukannya dalam pemerintahan dan hukum tanpa kecuali," ujar Eggy.
Eggy merasa selama ini perlakuan hukum terhadap Rizieq tidak adil. Dia mencontohkan perlakuan aparat terhadap
politikus dari Partai Nasdem Victor Laiskodat yang dinilai melecehkan agama dalam pidatonya di Nusa Tenggar Timur beberapa bulan lalu.
"Viktor Laiskodat yang jelas-jelas indikasi yang disebut caranya itu menghina agama, menista agama, bahkan mau membunuh umat Islam malah jadi Calon Gubernur, diperiksa juga nggak. Sudah dilaporkan oleh Gerindra oleh PKS secara resmi, tapi sekarang, diam kan," tutur Eggy.
Selain Viktor, lanjut Eggy, kasus Rizieq dibandingkan skandal Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang foto didiuga dirinya viral di media sosial. Dalam foto itu, laki-laki yang diduga Anas terlihat di dalam mobil, di sampingnya tampak paha mulus perempuan selingkuhannya.
Menurut Eggy, kasus Rizieq dengan Anas serupa. Sama-sama diduga selingkuh dan mengabadikan apa yang dilakukan dengan selingkuhan.
Baca Juga: PA 212 Minta Jokowi Tak Perintahkan Polisi Tangkap Habib Rizieq
"Azwar Anas sama. Karena foto, ada foto dia dengan seorang wanita yang diduga melakukan perselingkuhan. Pertanyaan seriusnya apa secara hukum? Kok dia nggak dijadikan tersangka? Kok yang dicari yang menyebarkan foto?," ujar Eggy.
"Nah kembali kepada Habib Rizieq, fotonya kagak ada. Chatingan jelas palsu. Kok jadi tersangka? Akhirnya pertanyaan serius ini sudi kiranya pihak Kepolisian mengerti dengan benar bagaimana menegakkan hukum tanpa diskriminatif," Eggy menambahkan.
Sebenarnya, lanjut Eggy, banyak hal yang terjadi di luar, tapi penanganan secara hukum tidak adil. Tapi, yang menurutnya paling ekstrem yaitu kasus Viktor dan Anas.
"Dua hal ini bisa menjadi bandingan, kok penegakkan hukum tidak equal? Tapi kenapa diskriminatif yang jelas-jelas dilarang oleh Undang-Undang Dasar 45," kata Eggy.
Untuk itu, Eggy yang sekaligus juga sebagai penasehat persaudaraan alumni 212 mengimbau kepada Presiden Jokowi sebagai orang yang paling didengar di negeri ini agar tak membenturkan ummat Islam dengan aparat kepolisian.
Eggy mengaku kenal baik dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia yakin Tito orang baik dan tidak ada niatan membedakan orang di depan hukum.
"Tapi kalau dia menjalankan perintah bagaimana? Kan susah juga. Tolong digaris bawahi ini ya, bukannya saya melawan aparat Polisi. Justru saya mengimbau Presiden ini jangan mengkondisikan ummat menjadi bentrok," tutur Eggy.
Berita Terkait
-
Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi