Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR Fraksi PAN Ali Taher mengingatakan sebaiknya Polri tidak masuk pada ranah-ranah politik dan fokus pada penegakan hukum.
Pernyataan Ali Taher menyusul video Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang sedang viral. Dalam video itu Tito menyatakan bahwa ormas yang berjasa pada kemerdekaan bangsa cuma Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
"Kalau saya melihat itu, sebaiknya pihak penegak hukum menjalankan fungsi-fungsi penegakan hukum saja jangan masuk ke wilayah politik," kata Ali di DPR, Jakarta, Rabu (31/1/ 2018).
Dengan demikian, kata Ali, Indonesia sebagai negara hukum bisa tercapai dengan makna yang sesungguhnya. Ali menjelaskan, ada empat alasan kenapa konstitusi diamandemen, khsusunya pada Pasal 1 Ayat 3 yang menyatakan Indonesia sebagai negara hukum.
"Satu, menempatkan supremasi hukum di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kedua, menegakkan Hak Asasi Manusia, ketiga, peradilan yang bebas, keempat adanya pembagian kekuasaan," tutur Ali.
Menurut Ali, pernyataan Tito terkait ormas Islam yang berjasa terhadap kemerdekaan salah fatal. Sebab, bukan hanya Muhammadiyah dan NU yang terlibat dalam perjuangan kala itu.
"Disamping NU dan Muhammadiyah itu kan ada Al Irsyad, Al Wasliyah, ada Persis. Kalau urutannya itu kan Budi Utomo 1908, Serikat Islam 1911, Muhammadiyah 1912, Said Na'um 1914, Al Irsyad 1918, Persis 1923, NU 1926, Al Walsiyah 1930, kemudian Mad Lau Anwar pada tahun itu," tutur Ali.
Semua ormas Islam itu terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Ia mengatakan, seperti apapun bentuk kontribusi semua ormas di luar NU dan Muhammadiyah, tetap harus dihormati.
"Maka itulah jiwa dari pembukaan UUD 1945 alinea ke dua, yang mengatakan bahwa perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Kata perjuangan dan pergerakan itu melekat di institusi itu yang tadi saya sebutkan," kata Ali.
"Jadi bukan cuma Muhammadiyah dan NU tetapi seluruh komponen bangsa itu menjadi bagian terpenting dalam proses pembangunan bangsa. Oleh karena itu, saya kebetulan dosen jadi saya memahami betul sejarah itu maka jangan dipilah-pilah," Ali menambahkan.
Video pidato Tito yang mengatakan bahwa ia memerintahkan kepada Kapolda hingga Kapolsek, supaya membantu NU dan Muhammadiyah karena dinilai berjasa atas pendirian bangsa, tersebar di media sosial. Video tersebut diketahui direkam pada tahun 2016 lalu, saat Kapolri menandatangani nota kesepahaman bersama NU.
Berikut penggalan isi pidato Tito:
Perintah saya melalui video conference minggu lalu, 2 minggu lalu saat Rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah. Dukung mereka maksimal.
Semua Kapolda saya wajibkan membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua kapolres wajib untuk membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten-kota.
Para kapolsek wajib, di tingkat kecamatan, bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain.
Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka bukan pendiri negara, mau merontokan negara malah iya.
Tapi yang konsisten dari awal sampai hari ini itu adalah NU dan Muhammadiyah. Termasuk hubungan. Kami berharap hubungan NU dan Muhammadiyah juga bisa saling kompak satu sama lainnya.
Boleh beda-beda pendapat, tapi sekali lagi kalau sudah bicara NKRI, mohon, kami mohon dengan hormat, kami betul-betul titip kami juga sebagai umat muslim, harapan kami hanya kepada dua organisasi besar ini.
Selagi NU dan Muhammadiyah itu menjadi panutan semua umat Islam Indonesia, kita yakin negara kita tidak akan pecah seperti Siria, Irak, Libia, Mesir, tidak akan bergolak. Karena dua tiang ini jelas, ideologinya jelas, sangat pro-Pancasila.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau