Suara.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap HS, pria berusia 50 tahun di Kota Solo, Jawa Tengah, karena diduga ikut jaringan kelompok teroris, Minggu (4/2/2018).
Warga Jalan Banjir Kanal, Kampung Mipitan RT 007/ RW 012, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, itu diketahui mantan narapidana kasus terorisme tahun 2009.
HS baru menghirup udara bebas pada tahun 2015.
Seorang warga bernama Abdulah mengatakan, HS pernah ditangkap Densus 88 di rumahnya tahun 2009, karena terlibat sejumlah kasus teror di Solo.
Setelah bebas, Heri cenderung diam tanpa alasan hingga akhirnya kembali ditangkap Densus 88 pada Minggu siang.
“Saya sejak kecil sudah kenal dia [HS]. Orangnya sebenarnya pintar tapi cenderung tertutup,” ujar Abdulah kepada Solopos.com—jaringan Suara.com, Minggu siang.
Ia menjelaskan, HS memunyai istri bernama SK dan memunyai empat orang anak. Sehari-hari, HS bekerja sebagai penjual roti konde secara online.
Wakapolresta Solo Ajun Komisaris Andy Rifai, mengonfirmasi Densus 88 menangkap HS.
“Terduga ditangkap di sekitar jalan rumahnya, Minggu sekitar pukul 12.30 WIB,” ungkapnya.
Baca Juga: Crane DDT Makan Korban, Kemenaker Periksa Kontraktor Besok
Di tempat itu, Densus 88 langsung menggeledah rumah mertua HS di Semanggi. Mertua HS adalah Ng yang kebetulan adalah Ketua RT 007.
“Barang bukti diamankan berupa buku berisikan racikan bahan kimia, KTP, ponsel, baterai, dan stik pemukul. Kami hanya diminta membantu mengamankan lokasi kejadian,” tuturnya.
Andy mengakui belum mengetahui jaringan HS, karena Densus masih melakukan penyelidikan.
Berita ini kali pertama diterbitkan solopos.com dengan judul "Bebas 3 Tahun, Eks Narapidana Terorisme di Semanggi Solo Terciduk Lagi"
Berita Terkait
-
Selain Banyumas, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris Temanggung
-
Tabrak Mobil, Polisi Densus 88 Tewas Bersimbah Darah
-
Densus 88: Sulawesi Selatan Perlu Perhatian Khusus soal Teroris
-
Diputus Cinta, Mahasiswa UTP Nekat Gantung Diri di Kamar Indekos
-
Dikira KPK, Ternyata Densus 88 Tangkap PNS Kukar Diduga Teroris
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan