Suara.com - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto mengatakan bahwa pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 adalah ajang pertarungan ide untuk para calon pemimpin yang dipilih oleh masyarakat.
"Ini kan pertarungan mulai dari ide sampe political strugle, kita ini sudah melewati begitu banyak presiden dan melihat sosok mereka dan hasilnya seperti apa. Dari itu kita melihat satu pikiran yang bijak, dari apa yang sering anda dengarkan tentang syariah dan khilafah, harus dipandang dalam kerangka bagaimana pengaturan yang baik karena ada argumen dan dasarnya," kata Ismail dalam diskusi bertemakan Peran Umat Islam dan Generasi Muda Dalam Menyongsong Pilkada Damai 2018," di D'Hotel, Jalan Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).
"Dalam era kebebasan semestinya ini dipandang dari kebebasan itu dan aspirasi itu, dipandang sebagai sesuatu yang waja," ujar Ismail menambahkan.
Ismail menilai apa yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta lalu memang penuh dengan pro dan kontra ditengah masyarakat. Namun Ismail bersikukuh mengeklaim tidak ada kaitannya dengan politisasi agama maupun anti terhadap pancasila dengan aksi demonstrasi dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
"Apa yang salah dengan pilkada kemarin ?212 ? Terjadi huru hara ? Tidak kan. Tapi coba liat reaksinya dan anti kebhinekaan seolah mereka antipancasilais yang memunculkan ketidakadilan baru. HTI dibubarkan, apa salah kami? Tunjukan apa? Mendakwahkan khilafah ? Khilafah ajaran islam kok, terus dimana freedom of speech," ujar Ismail.
Ismail merasa optimis pilkada serentak 2018 akan berjalan dengan damai.
"Jadi saya percaya pilkada kita ini damai, pilkada DKI kan di framming jadi contoh buruk karena ada yang tidak menerima kekalahan. Kalau ada sebut tolak pemimpin kafir ya karena Al-Quran mengajarkan gitu," kata Ismail.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
Kelompok Diduga HTI Bikin Acara Undang Ribuan Anak Muda Di Taman Mini, Begini Kata TMII Dan Polisi
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Dery Eks Bassist Vierra Pernah Terpengaruh Kelompok Radikal, Kafirkan Istri dan Presiden Jokowi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi