Suara.com - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya melumpuhkan empat orang komplotan pelaku kejahatan yang kerap beraksi dengan modus memecah kaca mobil korbannya.
Keempat pelaku terepaksa kami tembak masing-masing kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap di rumah kos kawasan Sememi Surabaya, ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Lily Djafar kepada wartawan di Surabaya, hari ini.
Dari keempat pelaku, tiga di antaranya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, masing-masing berinisial AL (36), RA (21), dan AS (30). Seorang lainnya berinisial AT (30) berasal dari Jakarta Selatan.
Menurut Lily komplotan ini seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dua di antaranya telah diproses di Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo, Jawa Timur, yaitu berinisial MAA (29) dan MY (21), keduanya asal Palembang.
"Sedangkan seorang pelaku lainnya berinisial De, sampai sekarang masih buron dan telah kami tetapkan di dalam daftar pencarian orang," katanya.
Lily menyebut salah satunya komplotan ini beraksi memecah kaca mobil milik korban Mohammad Dillap, warga Sidoarjo, pada November tahun lalu. Mobil Avanza nomor polisi W 1002 XH milik korban waktu itu diparkir di depan Masjid Baitul Muslimin, Jalan Raya Menganti Wiyung, Surabaya.
Uang Rp100 juta di dalam mobil itu raib setelah para pelaku merampoknya dengan cara memecah kacanya pada saat korban sedang salat di Masjid Baitul Muslimin.
"Uang Rp100 juta itu baru diambil korban dari BCA Cabang Sepanjang, Sidoarjo. Rencananya mau disumbangkan untuk anak-anak yatim piatu di sebuah Panti Asuhan," ucap Lily.
Dari para pelaku yang telah dilumpuhkan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit sepeda motor sebagai sarana mereka mencari sasaran korban, 10 unit telepon seluler, uang tunai Rp4,2 juta sisa hasil kejahatan, serta empat buah busi yang digunakan untuk memecah kaca mobil korban. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi