Suara.com - Sebanyak 15 warga negara Indonesia ditahan di Suriah. Belasan WNI itu ditahan karena terlibat gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah menerima informasi adanya 15 WNI tersebut sejak Desember 2017 lalu.
Namun, hingga kekinian, kementeriannya belum bisa mengkonfirmasi apakah 15 orang itu seluruhnya merupakan WNI atau bukan.
“Kami belum bisa mengkonfirmasi, kami sudah mendapatkan kabar itu sejak desember lalu mengenai kemungkinan adanya WNI yang saat ini ditahan SBF (Syrian Border Forces) atau Pasukan Kurdi YPG,” ujar Lalu Muhammad Iqbal saat dihubungi Anadolu Agency, Selasa (27/2/2018).
Karena belum mendapat kejelasan, pemerintah belum bisa mendeportasi atau memberikan advokasi. Lagi pula, mereka ditahan di wilayah peperangan.
“Kami belum bisa mengambil keputusan apa pun, sampai kami bisa melakukan verifikasi terhadap mereka,” tambah dia.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bakal melakukan koordinasi dengan kementerian lembaga terkait, menanggapi adanya kabar mengenai 15 WNI diduga merupakan anggota ISIS yang ditahan Pasukan Kurdi Suriah.
“Itu kami biasanya rapat dulu, baru bagaimana saya minta penjelasan, dari penjelasan kami olah,” ujar Wiranto kepada Anadolu Agency di Base Ops Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa.
Dia mengakui belum memutuskan apakah nantinya WNI tersebut akan dibawa kembali ke Indonesia untuk dilakukan deradikalisasi atau tidak.
Baca Juga: Lecehkan Polwan, Siswa SMA Terpaksa Digelandang Polisi
Dia mengakui akan mempertimbangkan sisi keamanan dan sisi hukum keputusan itu.
“Sisi kebijakan pemerintah bagaimana, nanti dari situ baru muncul [keputusan],” tambah Wiranto.
Human Right Watch (HRW) mengungkapkan ada 15 WNI yang saat ini berada di tangan Pasukan Kurdi di Suriah.
Tidak hanya itu, banyak warga negara lain yang juga ikut ditahan yang diduga terlibat ISIS. Saat ini tercatat ada sekitar 800 WNI yang terlibat gerombolan teroris tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan