Suara.com - Penyidik Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan fakta dari kasus penyebaran kebencian dan hoac kelompok Muslim Cyber Army. Ternyata anggota kelompok itu adalah mantan anggota saracen.
Polisi telah menangkap delapan orang yang berperan penting dalam kelompok MCA.
Namun, Fadil tak menyebutkan secara rinci siapa tersangka yang pernah bergabung dalam kelompok Saracen.
"Kami analisi dari Jatim, Jabar, Banten, terlihat bahwa pelakunya ini terhubung satu sama lain. Pelaku-pelaku yang tergabung dalam MCA juga tergabung dengan eks Saracen," kata Fadil.
Fadil menyampaikan, adanya kaitan kelompok MCA dengan Saracen setelah polisi menangkap para tersangka yang menyebarkan beria hoaks soal isu penganiayaan ulama dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia melalui medsos.
"Penjelasan ini dimulai terungkapnya pelaku-pelaku sebelumnya sehingga kami dapat menyimpulkan hubungan di antara kelompok ini," kata Fadil
Sejauh ini, lanjut Fadil, polisi juga masih menelusuri dalang di balik penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks yang disebar kelompok MCA.
"Siapa di balik ini semua, kami akan terus bekerja agar hoax berita bohong dan fitnah yang dapat mengganggu kondusifitas keamanan nasional bisa kami hilangkan," kata dia.
Baca Juga: Empat Penyebar Hoaks Jaringan Muslim Cyber Army Dibekuk
Berita Terkait
-
Empat Penyebar Hoaks Jaringan Muslim Cyber Army Dibekuk
-
Fadli Zon Khawatir Penangkapan Muslim Cyber Army Ancam Demokrasi
-
Dapat Pencerahan di Penjara, Admin Muslim Cyber Army Menyesal
-
Begini Prosedur Kelompok Muslim Cyber Army Rekrut Anggota
-
Penyebar Hoax Muslim Cyber Army Jadi Buronan di Korea Selatan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya