Suara.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur membekuk empat penyebar hoaks atau kabar bohong terkait isu PKI dan penyerangan ulama di media sosial. Dua di antara tersangka merupakan jaringan The Family Muslim Cyber Army.
Wadir Reskrimsus Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Arman Asmara mengatakan, keempatnya berinisial MFA (35), warga Surabaya; ER (23) dan MI warga Malang; Su (37) warga Probolinggo; dan, MDR (40) warga Sumenep.
"Mereka ini menyebarkan hoaks secara sistematis dan diungkap pada Januari sampai Februari 2018. Ada empat, yang dari Cyber Crime Polda tiga dan dari Malang satu," kata Arman seperti diberitakan Antara, Jumat (2/3/2018) malam.
Arman menjelaskan, baru satu dari empat tersangka yang ditahan, yakni MFA yang menggunakan akun atas nama Itonk ketika melakukan penyebaran hoaks berlatar SARA.
“Ini merupakan afiliasi dari MCA. Empat orang ini berbeda jaringan. Yang MFA asal Surabaya, punya jaringan dengan MCA, sudah kami lakukan penahanan," tuturnya.
MFA, membuat dua akun untuk menyebar SARA berupa provokasi mengenai "PKI dibakar di Lubang Buaya, kecebong kita congkel matanya" dan "penyerangan cebong, gila antek PKI mulai merambah pondok pesantren".
"Yang kedua menyebarkan hoaks dari Kota Malang. Kontennya SARA sementara masih dalam pendalaman. Seperti 'PKI telah datang dan menyerang para ulama’. Setelah diselediki di lapangan semuanya adalah berita hoaks," ujarnya.
Dia menegaskan, semua tersangka tidak saling mengenal. Dalam modusnya, mereka membuat jaringan akun yang berbeda dengan tujuan provokasi terhadap berita.
"Modus yang dipakai semuanya adalah PKI akan menyerang ulama. Semuanya adalah hoaks. Semuanya masih pendalaman. Facebook disalin tautannya lalu disebar di komunitasnya di whatsApp. Komunitas itu sudah lama," tuturnya.
Baca Juga: KPK Belum Terima Surat Penarikan Aris Budiman
Atas perbuatannya MFA dijerat dua Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 pasal 14 dan 15 dan Undang-Undang ITE No 19 Tahun 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno