Suara.com - Polisi berencana memeriksa saksi-saksi terkait kasus kecelakaan beruntun di jalan terowongan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3/2018) dini hari. Kecelakaan itu menewaskan satu pengendara motor berinisial BD (37).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengatakan pemeriksaan rencananya akan dilakukan terhadap penumpang mobil Toyota Camry yang dikemudikan Airlangga Dinendra Sofjan.
"Akan ada beberapa saksi yang kami periksa," kata Halim di Polda Metro Jaya, Rabu (7/3/2018).
Halim menyampaikan rencana pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu akan dilakukan pekan depan.
"Pekan depan mungkin (waktu pemeriksaan)," kata dia.
Menurutnya, polisi juga akan memeriksa Airlangga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun tersebut.
Halim menyampaikan, ketika insiden kecelakaan itu terjadi, mobil Toyota Camry berplat nomor B 1395 SAG berpenumpang empat orang. Polisi juga akan memeriksa saksi-saksi lain yakni penumpang dua mobil Toyota Innova yang ikut menjadi korban kecelakaan.
"Tentunya selain empat penumpang mobil tersangka ada saksi lain yang kami periksa ya. Karena kejadian ini kan melibatkan beberapa kendaraan," kata dia.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan, kecelakaan itu berawal ketika mobil jenis Toyota Camry yang dikemudikan Airlangga melaju dari arah Metro Pondok Indah.
Baca Juga: Bukan Tabrakan Beruntun, Reza Rahadian Alami Ini di Cilandak
Sesampainya di jalan terowongan Pondok Indah, mobil menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur yang berlawanan.
"Itu karena kurang hati-hati sehingga menabrak pembatas jalan dan menyebrang dijalur yang berlawanan, serta menabrak kendaraan jenis Toyota Innova B 2998 SKJ. Mobil Toyota itu dikemudikan Ristanto," ujar Mardiaz, Sabtu (3/3/2018)
Kemudian, kendaraan yang dikemudikan Airlangga juga menabrak sepeda motor yang dikemudikan BD, Sehingga sepeda motor juga di tabrak oleh mobil dari arah berlawanan.
"Tabrakan terjadi lagi Toyota Innova B 1765 ZKO yang dikemudikan Catur Yuli yang melaju dari arah yang berlawanan sehingga terjadi kecelakaan beruntun," kata Mardiaz.
Mardiaz menyampaikan, akibat kecelakaan itu, Airlangga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RS Pondok Indah.
"Dia mengalami luka sobek di dagu. Setelah pulih, kami akan langsung memeriksanya,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI
-
Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak