Suara.com - Anggota DPR RI Jhony G. Plate merespon fakta persidangan kasus e-KTP yang menyebutkan dirinya pernah membeli tanah di Jalan Brawijaya III milik Direktur PT Sandipala Paulus Tannos. Jhony membenarkan hal tersebut, namun ia membelinya atas nama perusahaan.
"Perusahaan yang beli ya, bukan saya pribadi tapi itu perusahaan," katanya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).
Dalam persidangan dugaan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Senin (5/3/2018), Azmin Aulia, adik dari mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bercerita tentang pembelian ruko dan tanah dari Paulus Tannos. Dalam dakwaan Novanto disebut Paulus Tannos menyerahkan ruko dan tanah kepada Azmin Aulia sebagai fee proyek e-KTP.
Namun, Azmin membantah pandangan tersebut. Dalam kesaksian di persidangan, lelaki yang berprofesi sebagai pengusaha itu menyebut membeli tanah Brawijaya III milik Paulus Tannos bersama Jhony G. Plate. Pembelian lahan dilakukan dengan menggunakan perusahaan PT Mando Sawu milik politikus Partai Nasdem itu dengan nilai 3,1 juta dolar AS.
Jhony membeli tanah dengan uang pribadi. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem tersebut mengaku membeli tanah tersebut karena Paulus menjual tanah tersebut kepadanya.
"Kalau ada yang mau jual ya kita beli lah," kata Jhony.
Pembelian lahan murni atas kegiatan jual beli. Ia mengklaim membeli lahan tersebut dengan harga wajar. Tanah tersebut pun disertifikat atas nama perusahaan, bukan nama pribadi.
Jhony enggan berkomentar saat ditanya apakah pembelian lahan tersebut sempat dikonfirmasi KPK. Ia menilai, kewenangan pemanggilan adalah kewenagan lembaga antirasuah. Ia pun enggan berkomentar jika KPK meminta klarifikasi tentang pembelian lahan tersebut.
"Nggak ada artinya, kalau kamu pakai kalau, itu membingungkan," kata Jhony.
Baca Juga: Versi BPKP, Kerugian Negara Akibat Proyek e-KTP Rp2,3 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!