Suara.com - Dua Rumah Sakit Umum Daerah di Provinsi Papua menerima penghargaan terkait pelayanan terbaik penyakit tuberkulosis dari Kementerian Kesehatan.
Kepala Seksi TB dan Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Marthen Robaha, ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Minggu (25/3/2018), mengatakan kedua RSUD tersebut yakni RSUD Jayapura dan RSUD Kabupaten Nabire.
"Kami sudah usulkan sejumlah RSUD, para kader terbaik dan seluruh puskesmas di Papua ke Kementerian Kesehatan untuk dinilai dan kemudian mendapat penghargaan TB, namun hanya dua rumah sakit ini yang dipilih," katanya.
Dia menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang dinilai oleh Kementerian Kesehatan sebelum diputuskan keluar sebagai juara dan langsung diberi penghargaan.
Dilansir dari Antara, sejumlah kriteria untuk rumah sakit di antaranya melaporkan kasus TB terbanyak yang terdaftar di puskesmas tersebut pada sistem informasi tuberkulosis terpadu (SITT) dan/ETB manager periode Januari sampai Desember 2017 dengan melampirkan print out/screenshot tampilan data yang terlapor pada SITT/e-TB manager.
Kedua rumah sakit itu, lanjut dia, dinilai lulus dari sejumlah kriteria yang ditentukan dan melakukan pelayanan serta penanganan terhadap pasien penyakit TB terbaik secara nasional.
Menurut Marthen, Kementerian Kesehatan sudah menyerahkan penghargaan itu ke pimpinan dua rumah sakit tersebut di Tugu Monas Jakarta pada Sabtu (24/3) bertepatan dengan hari perayaan hari TB sedunia.
"Kami yang diundang untuk menghadiri acara penyerahan penghargaan TB tahun 2018 secara nasional kepada rumah sakit terpilih, puskesmas terpilih, dan kader terpilih di tanah air di Jakarta," ujarnya.
Marthen menambahkan, penghargaan itu akan kembali diserahkan secara simbolis oleh Dinkes Papua kepada dua pimpinan rumah sakit itu di RSUD Jayapura pada Senin (26/3/2018).
Baca Juga: Cedera Lutut, Jack Wilshere Mundur dari Timnas Inggris
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI
-
Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak