Suara.com - Penyidik Polres Kota Depok masih menelusuri penyebab dua warga Pancoran Mas berinisial DK (28) dan A (40) yang meninggal dunia karena minum minuman keras oplosan.
"Ya ini masih kita penyelidikan. Kalau ada pidana tentu kita proses," kata Kapolres Kota Depok Kombes Didik Sugiarto di Polda Metro Jaya, Kamis (5/4/2018).
Menurutnya, penyelidikan ini berangkat dari keterangan pemuda berinisial DAW (22) yang selamat saat ikut berpesta miras bersama kedua korban. Polisi juga telah mengambil sampel cairan dari miras dan muntahan korban ke Puslabfor Polri untuk diselidiki.
"Karena hasil sementara ada yang masih sehat bahwa dia minum tapi enggak kenapa-kenapa. Tentu kita akan melakukan pemeriksaan laboratorium hasil cairan di TKP. Kemudian nanti kita akan konstruksikan kira-kira cairan itu mengandung apa kalau termasuk barang berbahaya kita pidanakan," kata Didik.
Lebih lanjut, Didik menyampaikan, polisi juga masih mendalami asal miras yang dibeli para korban. Polisi juga masih menunggu pulihnya DAW agar bisa diperiksa dalam kasus tersebut.
"Kita selidiki mereka minum di mana saja, karena yang dua meninggal 1 masih belum bisa diminta keterangan. Nanti kita dalami kalau ada penjual juga," jelas Didik.
Didik menambahkan, sejak ada kabar warga Depok meninggal karena miras oplosan, polisi juga langsung melakukan razia ke beberapa toko yang menjual miras oplosan.
"Polres Depok ada razia miras, kemudian pedagang jamu-jamu di situ. Kita sedang identifikasi kalau ada pelanggaran hukum kita tindak," katanya.
Didik menyampaikan, sebelumnya ada empat warga Beji, Depok yang ikut tewas akibat miras. Namun, menurutnya kasus tewasnya empat warga tersebut ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.
Baca Juga: Ini Racikan Miras Maut yang Hilangkan 10 Nyawa di Jaktim
"Korban di Depok, 4 di Beji, 2 Pancoran Mas jadi 6 meninggal dunia," kata dia.
Dia menambahkan, alasan penanganan kasus itu dipisahkan, karena lokasi pembelian miras dari empat warga itu berada di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dalam kasus kematian empat warga tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan RS yang merupakan pemilik warung tersebut.
"Jadi kasus yang ada di wilayah Selatan ditangani sama Polres Selatan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Dituding Jadikan Istri Pertama Tumbal Pesugihan, Pesulap Merah Bongkar Fakta Medis Tika Mega
-
Ramadan Ke-2 Tanpa Marissa Haque, Chiki Fawzi: Masih Nyesek Banget
-
Pelajar SMP Tewas Akibat Tawuran di Jaktim, Empat Remaja Jadi Tersangka
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri