Suara.com - Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Komnas HAM berkepentingan dalam revisi Undang-Undang Terorisme. Beka menyebut ada beberapa hal dalam rumusan RUU Terorisme yang sekarang beredar masih ada yang harus dikritisi.
Beberpa hal yang dia kritik di antaranya soal prosedur penangkapan dalam draf RUU tersebut. Selain itu prosedur pemeriksaan tersangka teroris.
"Sebenarnya pada titik-titik yang sedang didiskusikan oleh Komnas HAM dengan RUU Terorisme," jelas Beka di Jakarta, Senin (14/5/2018).
Bela menyebut persoalan HAM sudah diketahui posisinya. Dirinya mengatakan jika Panitia Kerja DPR paham posisi Komnas HAM.
"Tapi kota lebih mendorong maju perdebatan yang lebih teknis," tambahnya.
Komnas HAM siap untuk menerima percepatan proses pembahasan RUU menjadi Undang-Undang karena melihat adanya rentetan teror yang terjadi.
"Tentu saja masih banyak sekali pertimbangan yang juga harus dipertimbangkan DPR dan pemerintah. Tidak menabrak norma dan prinsip hak asasi manusia," tandas Beka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan