Suara.com - Koordinator Lembaga Kontras, Yati Andriyani mengatakan, pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) hanya memperkeruh upaya penanganan terorisme. Hal tersebut disampaikan di Sekretariat Kontras, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).
Pasalnya, Yati melihat dalam Undang-Undang No. 34 tentang TNI bahwa pembentukan tersebut harus berdasarkan keputusan politik negara. Akan tetapi, ia melihat ada kepentingan-kepentingan pribadi dalam proses pembentukan tersebut.
"Tapi secara politik akhir-akhir ini saya melihat justru memang ada manuver-manuver di sekeliling Jokowi dari para pembantunya yang tidak bisa dikontrol. Justru akhirnya memperkeruh upaya-upaya dalam persoalan ini," kata Yati.
Selain itu, Yati pun khawatir apabila Koopsusgab berjalan tanpa berlandaskan hukum normatif, akan lebih sulit terkontrol dalam prosesnya.
"Kalau dia dibentuk kemudian dipermanenkan, kemudian ada operasi-operasi yang sifatnya di luar penegakan hukum, bagaimana mengontrolnya?" ujarnya.
Yati pun menambahkan, jika Koopsusgab menggunakan peradilan militer sebagai payung hukum, ini tidak akan mampu mengontrol kinerja dari Koopsusgab.
"Sementara mekanisme untuk akuntabilitas TNI pun tidak ada. Kita cuma punya peradilan militer, dan itu pun masih jauh dari semangat reformasi hukum dan seterusnya pun begitu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat