Suara.com - “Bapak kamu itu pahlawan Nak,” tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada CA dan adiknya. Namun, kedua balita itu belum mengerti apa gerangan maksud perkataan tersebut. Apalagi si sulung yang baru berusia 2 tahun, masih terus menerus mencari sang ayah.
Kedua bocah itu adalah anak Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban ledakan bom bunuh diri teroris di Gereja Katolik Roma Santa Maria Tak Bercela, Minggu (13/5) dua pekan silam.
Bayu menjadi martir ketika memberanikan diri mencoba menahan laju sepeda motor pengebom bunuh diri yang hendak memasuki gereja. Berkat pengorbanannya, jumlah orang yang tewas maupun luka dalam insiden itu terbilang sedikit.
Sang adik, yang baru berusia 10 bulan, benar-benar belum menyadari kemalangan yang menimpanya. Namun, si kakak, kerap kali mempertanyakan keberadaan Bayu, sehingga menambah kesedihan keluarga besar.
Galih Wardhana, adik Bayu, menuturkan putra sulung kakaknya belum mengerti bahwa sang ayah telah tiada. Ia menganggap ayahnya tengah bepergian dan belum kembali, sehingga ia terus melemparkan pertanyaan yang dijawab tangisan oleh sang bunda maupun sanak famili.
"Mobil, mobil,mobil,” rengek CA kepada sang ibu, Monique Dewi Andini, yang erat menggendongnya saat mobil jenazah yang dipesan itu tiba di rumah duka, Selasa (22/5/2018).
CA tampak belum mengerti, bahwa mobil itu sebenarnya mengantarkan jasad sang ayah yang tak lagi utuh, terkoyak bom teroris.
Bocah itu terus merengek. Ia ingin ibu membawa dan meletakkannya di dalam mobil jenazah. Bocah berusia 2 tahun itu ingin bermain-main di dalam mobil yang tak biasa dilihatnya tersebut.
Baca Juga: Hingga Mei, Program Satu Juta Rumah Capai 335 Ribu Unit
Sementara Monique, terus mendekap CA, dan mendekat anaknya ke mobil yang baru saja mengantarkan jenazah suaminya.
Namun, CA terus merengek karena Monique harus mengurusi jenazah Bayu. CA akhirnya digendong oleh kerabatnya, dan terus dibujuk agar tak menangis.
”CA memang terus bertanya ayahnya di mana. Kenapa ayahnya ada di dalam peti? Kenapa ayah ada di mobil ambulans? Dia memang dekat dengan ayahnya,” kata Galih.
Ia menuturkan, keluarga besar berupaya menjelaskan kebenaran mengenai nasib sang ayah kepada CA.
Mereka tak mau menutup-tutupi satu pun fakta yang terjadi pada Bayu di hadapan CA. Namun, karena CA masih berusia 2 tahun, ia belum benar-benar memahami apa yang telah terjadi.
"Saat ini, CA belum mengerti. Tapi kami akan terus memberikan pengertian, perlahan-lahan, supaya dia tak merasa dibohongi,” terangnya.
Berita Terkait
-
Putra Korban Bom Gereja Merengek Ingin Dekat Mobil Jenazah Ayah
-
Sidney Jones: Bom Bunuh Diri Surabaya Bukti Teroris Sedang Lemah
-
Jenazah Bomber Bunuh Diri Gereja Surabaya Tak Diakui Keluarga
-
Alasan Studio Foto Jadi Persemayaman Pahlawan Bom Surabaya
-
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Bayu, Pahlawan Bom Surabaya
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
Tabrak Lari di Tambora Tewaskan Dua Orang, Mobil Pelaku Ringsek Ditabrak Kereta
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
-
Demokrat Nilai Langkah Hukum SBY Jadi Pendidikan Politik Lawan Disinformasi
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi
-
Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab