Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat menargetkan kebutuhan logistik surat suara untuk pemilihan kepala daerah serentak di Jawa Barat bisa rampung dan tersebar ke seluruh TPS di Jawa Barat pada H-3 jelang pencoblosan yang akan dilakukan pada (27/6/2018) mendatang.
Sekretaris KPUD Jawa Barat Heri Suherman mengatakan penyaluran logistik memang sudah mulai disebar menuju beberapa KPU Kota/Kabupaten di Jawa Barat.
"Sesuai dengan perencanaan semula surat suara itu dikirim ke daerah yang lebih jauh dulu," ujar Heri saat ditemui di kantornya, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/5/2018).
Di antara beberapa daerah yang sudah mendapatkan bundel surat suara yakni Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bogor.
"Kita targetkan penyaluran surat suara ke KPU Kabupaten/Kota beres pada 12 Juni sehingga langsung disortir hingga pelipatan oleh petugas KPU di daerah masing-masing," tuturnya.
"Sortir itu sangat tergantung pada jumlah suara dan pengawai. Jadi mereka diberikan kewenangan untuk mengatur itu. Maksimal 2 minggu beres tapi sebetulnya kalau dengan tenaga kerja banyak seminggu juga selesai," lanjutnya.
Heri mengatakan total surat suara yang disebar ke seluruh TPS di Jawa barat merupakan penjumlahan dari jumlah total daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Barat ditambah 2,63 persen per TPS.
Berikut jumlah surat suara yang sudah didistribusikan KPUD Jawa Barat ke beberapa daerah yang dianggap prioritas.
Kota Banjar sebanyak 147.262 surat suara.
Ciamis sebanyak 944.958 surat suara.
Pangandaran berjumlah 319.296 surat suara.
Kabupaten Tasikmalaya berjumlah 1.343.135 surat suara.
Kota Tasikmalaya berjumlah 485.775 surat suara.
Kabupaten Kuningan berjumlah 859.244 surat suara.
Kota Cirebon sebanyak 236.485 surat suara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?