Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mendorong pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah yang menjadi peserta OK OCE untuk terlibat dalam perhelatan Asian Games 2018. Mereka akan berjualan di sekitar lokasi perhelatan..
Sandiaga memastikan pelaku UMKM yang jadi peserta OK OCE memperhatikan lisensi dari panitia Asian Games (Inasgoc).
"Kami akan dorong semua pelaku UKM terlibat di Asian Games. Ini akan menggerakkan ekonomi. Dan lisensinya kita pastikan menjadi satu kesatuan dengan Inasgoc. Jangan sampai mengganggu lisensinya," ujar Sandiaga di kantor Badan Pusat Statistik, Salemba, Jakarta, Kamis (31/5/2018).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menyebut saat ini pelaku UMKM sudah memulai membuat logo Asian Games dalam bentuk pin atau bentuk merchandise lainnya.
"Kita sekarang sudah mulai membuat seperti logo-logo ini, saya sudah pakai pinnya. Kota mendorong pembuatan Kaka, Bhin Bhin dan Atung sudah mulai ada ondel-ondelnya," tutur dia.
Karenanya kata Sandiaga, Pemprov Jakarta memberikan arahan kepada peserta OK OCE yang terlibat dalam pembuatan produk Asian Games.
"Kami sudah berikan arahan, mana yang tidak boleh, mana yang boleh marketing, mana yang tidak boleh melanggar beberapa ketentuan. Jadi UKM-UKM kita sekarang sudah punya koridornya dan mereka sekarang kita dorong untuk ikut berpartisipasi. Karena Asian Games ini jangan hanya milik yang besar-besar aja, tapi harus menyentuh UMKM," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
-
Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi