Suara.com - ”Orang-orang mengambil foto saya dan menyebarnya sebagai simbol kebencian,” tutur perempuan penembak jitu Israel yang disebut sebagai penembak mati Razan Al Najjar, paramadis Palestina.
Rebecca, nama perempuan anggota Israel Defense Force tersebut, masih berusia 24 tahun. Ketika diwawancarai The Jerusalem Post, Selasa (5/6/2018), ia hanya diidentifikasi sebagai Rebecca demi tujuan keamanan.
Sejak Jumat (1/6) pekan lalu, paras Rebecca yang tengah tersenyum sembari menenteng senjata sniper viral di media-media sosial. Ia disebut sosok yang membunuh Razan, perempuan Palestina yang baru berusia 21 tahun.
”Aku lahir di Boston, Amerika Serikat. Umurku tak terpaut jauh dengan Razan, baru 24 tahun. Aku pindah ke Israel dan menjadi anggota IDF karena panggilan jiwa sebagai Yahudi,” tutur Rebecca.
Rebecca mengatakan bahwa dirinya "benar-benar menyesal" atas kematian Razan. Tapi, ia meminta publik tetap memeriksa fakta sebelum menyebar kebohongan.
“Saya benar-benar menyesal mereka kehilangan putri mereka. Hilangnya nyawa selalu menjadi tragedi, ”katanya.
”Tapi mereka harus memeriksa fakta, benar atau bohong. Orang-orang mengambil foto saya dan menjadikannya simbol kebencian, dan itu benar-benar bertentangan dengan apa yang saya perjuangkan. ”
Tuduhan terhadapnya berasal dari halaman Facebook Suhair Nafal, warga Chicago, AS. Suhair meunggah foto Rebecca yang seragam lengkap dan memegang senapan M-16 sembari tersenyum. Dalam keterangan foto, Suhair tak menyebut Rebecca adalah pembunuh Razan.
”Demi Tuhan, itu adalah foto empat tahun lalu, ketika aku berada di unit intelijen tempur di Israel selatan, dekat Semenanjung Sinai Mesir,” ungkapnya.
Baca Juga: Manajer: Persebaya Dirugikan dengan Jadwal Tunda Lawan Persib
Ia mengakui kebingungan bagaimana Suhair bisa mendapatkan fotonya tersebut. Ia menduga, Suhair mendapat potretnya itu dari unggahan pada laman resmi IDF di Facebook pada Mei 2014.
Namun, saat unggahan Suhair itu disebar ulang pada halaman Facebook ”Freedom for Gaza” yang diikuti 100.000 warganet, dan mulailah terdapat orang menyebut Rebecca sebagai pembunuh Razan.
Walau ada warganet yang menyangsikan kebenaran tuduhan itu, mereka tetap menilai Rebecca turut bertanggungjawab atas kematian Razan.
"Mereka tidak tertarik pada kebenaran," kata Rebecca, "rasanya seperti mereka hanya ingin menyebarkan kebohongan."
Rebecca sendiri mengakui, baru mengetahui Razan tertembak pada Sabtu malam, setelah paramedis yang dijuluki sebagai ”Malaikat Pelindung Demonstran Palestina” itu dimakamkan.
Sabtu malam pekan lalu itu juga, Rebecca diberitahu teman-temannya bahwa foto dirinya sudah disebar sebagai pembunuh Razan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi