Suara.com - Ribuan Tenaga Kerja Indonesia yang tinggal di Lembah Klang Malaysia, Sabtu, mulai mudik melintasi laut Selat Malaka untuk merayakan Idul Fitri 1439 Hijriah.
Lembah Klang adalah kawasan di Malaysia yang terdiri atas Kuala Lumpur dan pinggir kota, meliputi kawasan kota dan kota besar di Negeri Selangor.
Pemantauan di Dermaga ASA Niaga Harbor City menemukan banyak TKI telah menunggu sejak semalam untuk memesan tiket pulang.
"Saya membeli tiket feri kembali ke kampung halama di Aceh pekan lalu," ujar Aldian (36).
Dia mengatakan tiket murah dan ruang yang nyaman di feri membuatnya memilih transportasi laut daripada melalui transportasi udara.
Sebanyak 20 orang TKI bersiap-siap mudik ke Tanah Air dengan difasilitasi tiket secara gratis oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Remittance, Minggu (10/6), dengan tujuan Jakarta.
Direktur Eksekutif ASA Group Azrin Shaari mengatakan pada tahun ini sekitar 30.000 orang Indonesia akan melakukan perjalanan ke negara asal mereka dalam enam hari pertama untuk berlebaran.
Azrin mengatakan setiap hari perusahaan memberangkatkan 15 feri untuk mengangkut 5.000 orang Indonesia ke Dermaga Dumai dan Dermaga Tanjong Balai Asahan di Indonesia.
"Setiap feri menampung 400 penumpang. Jika ke Dumai, perjalanan memakan waktu tiga setengah jam dan dengan tiket RM130.
Kalau ke Tanjong Balai Asahan empat setengah jam dengan tiket RM140," katanya.
Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Rusdi Kirana mengatakan pihaknya pada Jumat (8/6) melakukan pemantauan mudik WNI di Kuching yang memanfaatkan libur panjang.
"Karena libur panjang sepuluh hari sehingga mereka berbondong-bondong pulang. Ada baiknya juga libur sepuluh hari," katanya.
Tentang imbauan agar tidak menggunakan tongkang, dia mengatakan sebaiknya persoalan TKI diselesaikan sehingga mereka tidak menggunakan "jalan tikus" atau jalur ilegal.
"Seharusnya tongkang yang muatnya 30 orang jadi 50 orang saat ombak besar dia pecah. Saat saya ke Sarawak semua mencari pekerja kita. Kalau izin tidak dikeluarkan akhirnya menggunakan jalan tikus dan ilegal," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
-
Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!