Suara.com - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan, memasuki H+4 Idul Fitri 1439 H, ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM pasokan listrik dan elpiji (liquefied petroleum gas/LPG) dalam kondisi aman. Stok BBM dinilai cukup untuk liburan Lebaran dan arus balik hingga H+13.
Posko ESDM melaporkan, kondisi ketahanan BBM dalam kondisi normal untuk seluruh jenis BBM, dengan rincian, premium (21 hari), solar/akrasol (20 hari), pertalite (21 hari), kerosene (47 hari), pertamax/akra 92 (20 hari), pertamax turbo (42 hari), pertamina dex (37 hari), dexlite (19 hari) dan avtur (29 hari).
Begitu pula stok LPG, dilaporkan dalam kondisi normal dengan ketahanan 17 hari. Bahan bakar gas (BBG) dan jaringan gas (jargas) pun dilaporkan dalam kondisi aman.
“Sebanyak 571 stasiun pengisian bahan bakar umum (SBPU) di Jamali juga telah menyalurkan premium kembali, memastikan arus balik ini stok BBM lancar,” papar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Selasa (19/6/2018).
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan, menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 19-20 Juni, Pertamina telah meningkatkan berbagai layanan khusus, baik di jalur tol operasional maupun fungsional, maupun jalur utama mudik nontol.
Pertamina telah menyiapkan layanan Kiosk Pertamax, Motoris Kemasan, Mobile Dispenser maupun PTO (Portable Tank Operation) atau tangki BBM yang dilengkapi dengan pengkur volume, sehingga bisa langsung melayani penjualan BBM. Khusus Jawa Tengah, pada arus balik, layanan BBM akan diperkuat dengan Kiosk Pertamax di 23 titik, 40 Motoris Kemasan, 12 Mobile Dispenser serta 17 PTO.
Sedangkan untuk subsektor ketenagalistrikan, beban puncak malam 16 Juni 2018, sebagian besar dilaporkan dalam kondisi normal. Secara keseluruhan, daya mampu pasok nasional sebesar 29.845,38 MW dan beban puncak sebesar 24.870,55 MW. Dengan demikian, kapasitas cadangan daya nasional tercatat sebesar 4.548,07 MW.
Berita Terkait
-
Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite dan Pertamax di Kota Cilegon Tetap Terjaga
-
Pertamina Pastikan Stok BBM Terkendali Selama Arus Balik Lebaran 2026
-
Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan