- Pemerintah siap impor BBM dari negara mana pun demi amankan stok nasional di tengah krisis.
- Bahlil sebut RI harus berebut minyak dengan negara lain karena pasokan global yang kian menipis.
- Harga minyak dunia tembus USD 100 per barel akibat konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Suara.com - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas memaksa Pemerintah Indonesia mengambil langkah ekstrem demi menjaga ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah kini dalam posisi "siaga satu" dan siap memburu pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari negara mana pun tanpa terkecuali.
Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital tersebut tersumbat, memicu kekhawatiran akan kelangkaan minyak mentah di pasar global.
"Tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini, selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih-milih sekarang," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia kini harus bersaing ketat dengan negara-negara lain untuk mengamankan kargo minyak. Situasi pasar saat ini sudah masuk dalam tahap "perang harga" yang sangat dinamis dan berisiko tinggi.
Bahkan, Bahlil membeberkan fakta pahit bahwa kepastian kontrak atau pemenang tender bukan lagi jaminan barang akan sampai ke tangan pembeli. Ada risiko besar di mana penjual mengalihkan pasokan ke pihak yang berani membayar lebih mahal di tengah jalan.
"Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender saja, barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, trader atau perusahaan itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi," keluh Bahlil.
Terkait peluang Indonesia untuk mengimpor BBM dari Rusia guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif, Bahlil masih enggan memberikan kepastian. Meskipun Rusia sering disebut sebagai alternatif strategis di tengah sanksi Barat, Menteri ESDM memilih untuk tetap irit bicara.
"Kalau sudah jadi, saya akan kabari, ya," singkatnya.
Baca Juga: Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran
Saat ini, harga minyak mentah dunia dilaporkan telah melonjak drastis hingga menembus angka di atas USD 100 per barel. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor utama yang memutus rantai pasok global, mengingat sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati jalur tersebut.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga dan stok nasional agar operasional dalam negeri tidak terganggu oleh badai krisis energi yang sedang melanda dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun
-
Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Elnusa Perkuat Transformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
-
94.294 Nomor Kontak Diblokir, Dana Penipuan Hampir Rp600 Miliar