Suara.com - Partai Nasional Demokrat menyambut baik dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), kepada Presiden Joko Widodo.
TGB, yang selama ini kerap diidolakan kaum oposan untuk maju menjadi capres atau cawapres menantang calon petahana Jokowi, justru mau mendukung sang presiden pada Pilpres 2019.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny Plate mengatakan, dukungan yang diberikan TGB menandakan dia lebih rasional dalam berpolitik.
"Ya itu kan memang karena Tuan Guru Bajang termasuk rasional dan jujur. Dia melihat hal-hal yang baik dilakukan oleh presiden, yang perlu diteruskan untuk kepentingan bangsa," kata Plate saat dihubungi, Kamis (5/7/2018).
Menurut Plate, TGB termasuk orang jujur terhadap diri sendiri. Ia tak menampik apa yang dilakukan oleh Jokowi selama ini cukup baik buat Indonesia.
"Tentu kami memberi apresiasi," ujar Plate.
Plate berharap, dukungan TGB pada Jokowi tak disalah artikan. Menurut dia, dukungan TGB dilandasi karena dia seorang tokoh daerah yang telah merasakan keberhasilan Jokowi, dan memberikan manfaat pada realisasi program pembangunan di daerah.
"Itukan tokoh daerah yang melihat pekerjaan pak Jokowi bermanfaat untuk daerahnya dan dia merasa perlu dicontohi, diteruskan, ditularkan ke provinsi atau daerah yang lain," tutur Plate.
Untuk diketahui, TGB adalah kader Partai Demokrat yang telah menjabat Gubernur NTB selama dua periode.
Baca Juga: Timnas U-23 Tergabung di Grup Ringan, PSSI Pantang Anggap Remeh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab
-
Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang