Sementara itu, terkait kejadian ini warga Teluk Dawan meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mencarikan solusi, agar tidak ada lagi serangan buaya di kemudian hari. Menurut warga, populasi buaya di wilayah tersebut masih cukup banyak.
“Tolong perhatikan keselamatan kami. Kami minta ada solusi karena sudah banyak korbannya,” kata H Sargawai, salah seorang warga Teluk Dawan, Senin (9/7) hari ini.
“Bayangkan, sekali bertelur sampai 20 telur. Kalau sampai tiga tahun berapa ekor pertumbuhannya,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut Sargawai mengatakan, sejak zaman dahulu di daerah Teluk Dawan memang banyak binatang buas, seperti harimau dan buaya.
Namun karena dulu ada ikhtiar dari para sesepuh, kata Sargawi, maka keberadaan binatang buas di wilayah tersebut menjadi langka.
“Namun sekarang kondisinya berbeda, ada binatang buas yang dilindungi. Sebagai warga kami pun tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya.
Berita ini sebelumnya telah terbit di laman Metrojambi.com dengan judul "Murid SD Korban Diterkam Buaya Masih Trauma".
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual