Suara.com - Seorang sopir truk, Marthen Lay Raga Melolo yang menjadi korban penembakan misterius di Jalan TB. Simatupang, Cilandak Timur, Jakarta Selatan ternyata pemain bola. Lekaki 36 tahun itu tewas diterjang peluru saat duduk di truk yang tengah berjalan, Senin (9/7/2018).
Diduga Marthen terkena peluru nyasar di kepala bagian kiri. Marthen yang tinggal di Perum Pesona Laguna 1, Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat. Marhen dikenal sebagai pribadi yang akrab dan aktif berkegiatan kemasyarakatan.
Sepupu Marthen, Bernardus Mbulu (54) menuturkan jika Marthen aktif berkegiatan baik kegiatan olahraga dan kerja bakti.
"Marthen itu pemain bola, di lingkungan dia aktif juga berkegiatan apapun di lingkungan sini," ujar Bernardus di Perum Pesona Laguna 1, Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).
Bernardus mengatakan jika banyak tetangga yang merasa kehilangan setelah mendengar kabar Marthen meregang nyawa akibat peluru nyasar tersebut. Marthen juga dikenal akrab bergaul dengan tetangganya, Bernardus menuturkan jika hampir seluruh warga mengenal pribadi Marthen yang ramah dan sopan.
"Orangnya sederhana, memang banyak yang merasa kehilangan karena dia sopan sama orang di sekitar," jelasnya.
Sulit mengungkap penembak misterius
Polisi mengaku kesulitan melacak pelaku di balik kasus tewasnya sopir truk Fuso, Marthen Lay Raga Melolo.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengungkapkan, kendala itu karena polisi belum menemukan keterangan yang signifikan dari rekan Mathen yang mengendarai truk saat penembakan misterius itu terjadi.
Baca Juga: Polisi Tahu Sosok Kelompok Penembakan Lapas Pekanbaru
Indra juga mengklaim kesulitan lain dalam penyelidikan kasus ini karena saat terjadi penembakan itu, truk yang ditumpangi korban juga sedang berjalan. Posisi korban yang berpindah ke kursi penumpang juga menjadi faktor lain polisi belum bisa mengidentifikasi arah peluru yang menyasar ke kepala korban.
Meski demikian, Indra mengaku, penyelidikan ini masih tetap berjalan. Polisi, kata dia, akan mencari saksi-saksi lain yang dianggap mengetahui saat korban terkena tembakan.
"Sementara baru 1 (saksinya) dan akan diperluas, mungkin ada saksi-saksi lain," kata Indra.
Berita Terkait
-
Polisi Kesulitan Lacak Penembak Misterius Sopir Truk di Cilandak
-
Polisi Pastikan Benda di Kepala Marthen Proyektil Peluru
-
Sopir Truk Tertembak, Keluarga Izinkan Mayat Marthen Diautopsi
-
Sopir Truk Tewas Tertembak di Cilandak Belum Pasti karena Peluru
-
Polisi Telisik Logam dari Kepala Sopir Truk yang Tewas Tertembak
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?