Suara.com - Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memaklumi namanya diperbincangkan oleh pihak-pihak tertentu, karena menjadi pembicara forum Yahudi Amerika di Israel beberapa waktu lalu.
"Normal saja kan, karena masalahnya memang sangat sensitif, dan banyak orang berbeda pendapat. Ya normal saja," katanya di Kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).
Sebelumnya, kehadiran Gus Yahya di Israel dinilai momentumnya kurang tepat. Pasalnya, saat itu, konflik Israel dan Palestina sedang bergejolak.
Terkait kehadiran di acara Yahudi dipakai kelompok tertentu untuk menyerang dirinya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo tersebut memberikan jawaban.
"Mereka mempersoalkan kedatangan saya ke sana (Israel) itu momentumnya tidak tepat. Tapi, justru tidak pernah ada momentum yang tepat untuk datang ke sana," katanya.
Menurut dia, kehadirannya dalam acara Yahudi-Amerika tersebut, karena baik Israel dan Amerika juga menginginkan konflik segera berakhir.
"Mereka tidak akan tahan untuk meneruskan konflik tersebut. Semua orang butuh, Amerika butuh, makanya dia membuat sarana perdamaian baru walaupun belum jelas isinya," kata dia.
"Bahkan otoritas Palestina itu butuh perundingan perdamaian, karena meraka hanya mengandalkan bantuan dari Amerika dan negara lain selama ini. Tapi jelas bahwa ini merupakan pekerjaan yang akan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak pendek, itu berat, itu sebabnya Amerika sendiri masih ragu-ragu soal rencana perdamaian barunya ini," tambahnya.
Oleh karena itu, dia mengatakan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, harus membutuhkan usaha yang ekstra keras. Artinya, penyelesaiannya harus sampai ke tingkat masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu