Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan sosialisasi pengawasan pencalonan Pemilihan Legislatif di DPP Partai Hanura. Ketua Bawaslu RI Abhan menyampaikan jika sosialisasi ini juga dilakukan kepada partai-partai lain sejak 2 Juli lalu.
“Sejak tanggal 2, kami memang roadshow. Keseluruh pimpinan parpol sebagai peserta di 2018 ini. Dan hari ini adalah Hanura karena sesuai kesibukan. Tinggal menyesuaikan waktu saja. Jadi ketemunya pada hari ini,” ungkap Abhan di DPP Partai Hanura, Jumat (13/7/2018).
Ada pun beberapa hal yang disampikan dalam kunjungan itu, yang pertama ialah Bawaslu mengharapkan kepada partai politik khususnya Hanura untuk menyiapkan diri dalam tahapan pendaftaran Bakal calon anggota DPR RI/DPD Provinsi dan DPRD Kabupten/kota.
“Hal yang perlu kami sampaikan tadi, bahwa kami meminta komitmen moral berupa fakta integritas. Bahwa didalam pencalonan pendaftaran dan bacalon Hanura bisa mengusung politisi-politisi yang bersih yang amannah yang nantinya bisa membawa kemajuan serta kesejahteraan bangsa indonesia ini,” jelasnya.
Dikatakannya, hal itu tentu harus dimulai dari proses rekrutmet yang bersih. Jadi tidak boleh ada money politik, mahar politik dalam proses pencalonan ini.
“Dan juga kami minta untuk tidak mengusung, mencalonkan atau mendaftarkan yang berpersoalan dengan hukum atau punya masalah dengan hukum misalnya napi, tindak kejahatan narkotika kemudia teroris kemudian kejahatan seksual dan juga napi mantan koruptor. Untuk tidak dicalonkan atau didaftarkan oleh partai hanura. Saya kira itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan jika partainya akan segera mendaftarkan calegnya sebelum 17 Juli 2018.
“Sesegera mungkin,” ujarnya.
Ia menyampaikan jika kesiapan calegnya bertubi-tubi dan semakin banyak. Namun walaupun jumlahnya besar, tetapi tidak semuanya didorong untuk maju.
Baca Juga: Konflik Partai Hanura, Kemenkopolhukam Bantah Intervensi KPU
“Jadi kalau ada partai yang pindah, kita tanya kepada partai yang lama, kenapa dia pindah? Sudah adakah surat izin pindahnya?” ujarnya.
Ia mengatakan jika di setiap calon-calon yang pindah partai, harus mendapat izin dari partai yang pernah dia tempati dan seperti itulah mekanisme yang dilakukan oleh partai Hanura. Ia mengakui jika memang ada beberapa caleg dari partai berbeda yang mendaftar di Hanura. Dan pihaknya juga menanyakan kepada partai sebelumnya.
“Ya ada beberapa tapi kita masih pertanyakan kepada partainya. Tapi kalau umpamanya tidak ada tanggapan dari partainya ya kita anggap itu sah,” tutur OSO.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia