Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau venue Pacuan Kuda di Jakarta Internasional Equestrian Park di Pulo Mas, Jakarta Timur, Sabtu (14/7/2018).
Pengamatan Suara.com, keduanya langsung melihat venue pacuan kuda. Tak hanya itu, Sandiaga dan Amran juga ikut mencoba kuda yang akan digunakan untuk Asian Games Agustus 2018.
Keduanya menggunakan kaos panjang Asian Games serta mengenakan helm layaknya Atlet Pacuan Kuda.
Sandiaga menuturkan, untuk material pasir yang ada di venue Pacuan Kuda merupakan pasir yang berasal dari Pulau Bangka dan campuran fabric dari Jerman.
"Pasir tadi pasirnya sudah lengkap dan pasir itu dibawa dari Pulau Bangka dan dicampur dengan fabric yang kami bawa dari Jerman. Tapi itu didesain khusus tebalnya 12 cm," kata Sandiaga.
"Jadi kemarin itu yang kami tunggu dan sekarang sudah bisa dipakai dan tadi kita jalan-jalan lihat. Itu bukan sampah, itu bagian dari floor bed dari arena Jakarta Equestrian Park," Sandiaga menambahkan.
Pada kesempatan itu, Sandiaga memastikan venue Pacuan Kuda siap digunakan dalam perhelatan Asian Games Agustus 2018.
Sandiaga juga menuturkan, selain meninjau kesiapan venue Pacuan Kuda, dirinya melakukan penghijauan di sekitar venue.
"Dan kita kesiapkan beberapa venue, juga untuk penghijauannya juga kita lakukan penanaman pohon dan ini akan ditambah lagi penanaman pohonnya, dan kita menebar ikan di beberapa kolam," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa