Suara.com - Komplotan geng motor kembali berulah. Seorang warga bernama Martin Simangunsong (25) di Bekasi jadi korban pengeroyokan diduga oleh kawanan geng motor. Akibat aksi brutal itu, Martis dalam kondisi kritis dan dirawat RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dari informasi, aksi anarkis itu terjadi di sebuah warung kopi, Caman, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari.
Nahas, akibat ulah komplotan geng motor itu, Martin mengalami luka bacok hampir di sekujur tubuhnya.
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko, menjelaskan, komplotan geng motor anarkis itu adalah gabungan kelompok Zona Nyaman (ZN), Pas Jat (PJ), dan Kramat Jalan Raya (KJR).
"Korban tidak mengendarai motor, sedang ngopi, melihat gerombolan geng motor bersorak sorai, korban lari," kata Wijonarko, Senin (16/7/2018).
Nahasnya, upaya Martin menyelamatkan diri tak berhasil. Gerombolan genk motor berhasil menangkap Martin dan menghujamkan senjata tajam ke sekujur tubuhnya.
"Bahkan sejumlah botol dilempatkan ke arah korban, motif mereka ini hanya ingin melukai orang saja, dalam rangka hari jadi," terang dia.
12 jam setelah kejadian, polisi berhasil meringkus 7 orang anggota geng motor tersebut. Mereka adalah Albar, Ramadhan, Faizal, Auri, Arman, Bima dan Cova. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 5 bilah celurit dan 3 unit sepeda motor.
"Ini belum tuntas, kita masih mengembangkan penelusuran dan mencari keterangan lebih lanjut terkait kasus ini," tandasnya.
Baca Juga: Ahok Masuk Bursa Cawapres Jokowi, PA 212 Murka
Akibat aksi brutal itu, komplotan geng motor tersebut terancam hukuman 9 tahun penjara, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat 2e KUHP. (Yakub)
Berita Terkait
-
3 Remaja Bonyok Diserang Geng Motor saat Nongkrong di Mampang
-
DORR!! Pengedar Sabu Bersenjata Pincang Ditembak Polisi
-
Beraksi Sore Hari, Trio Begal Ancam Bunuh 2 Gadis Bermotor
-
Bekasi Minim Lahan Kuburan, 1 Liang Lahat Ditumpuk 3 Jenazah
-
Tabrak Polisi, Pelarian Bandit di Bekasi Berakhir di Semak-semak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK