Mereka mendesak pengadilan menyatakan Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama—kelak, vonis hakim memutusnya bersalah dan Ahok diganjar 2 tahun penjara.
Pesan bahwa Ahok adalah orang yang menodai agama, dipromosikan secara besar-besaran di media-media sosial. Gerakan klandestin berbasis medsos bernama Muslim Cyber Army (MCA), menjadi motor kampanye tersebut.
Sama seperti Alex, MCA juga adalah buzzer yang membuat ratusan akun medsos palsu dan anonim untuk menyebar pesan Ahok-penoda-agama. MCA juga yang menyebar pesan agar publik tak lagi memilih Ahok dalam Pilkada DKI 2017.
"Saya dan yang lain, bekerja sebaliknya. Kami dipekerjakan untuk melawan sentimen anti-Ahok itu di media-media sosial. Termasuk membuat tagar kritik terhadap kandidat lawan," tuturnya.
Ia mengungkapkan, timnya terdiri dari pendukung Ahok dan mahasiswa yang terpikat oleh bayaran Rp 4.134.000 per bulan.
Mereka, diduga bekerja di salah satu rumah mewah di daerah Menteng, Jakarta Pusat.
"Setiap hari, masing-masing kami mengunggah 60 sampai 120 bahan di akun palsu Twitter dan Facebook," terangnya.
'Pasukan khusus'
Indonesia masuk dalam lima besar negara pengguna Twitter dan Facebook terbesar secara global. Karenanya, menjadi buzzer cukup menjanjikan keuntungan ekonomis yang terbilang mudah didapat seseorang.
Baca Juga: TGB Akhirnya Keluar dari Partai Demokrat
”Tim saya sendiri terdiri dari 20 orang. Masing-masing bekerja menjalankan 11 akun media sosial dan menghasilkan 2.400 unggahan di Twitter per hari,” jelasnya.
Alex dan yang lain digerakkan oleh tim di atasnya melalui grup WhatsApp bernama “Pasukan Khusus”. Alex memperkirakan, anggota “Pasukan Khusus” itu berjumlah 80 orang.
“Pasukan Khusus itulah yang memberikan pasokan konten dan tagar harian untuk kami promosikan di Twitter maupun Facebook,” ungkapnya.
Satu peraturan yang tak boleh dilanggar Alex Cs, yakni tidak boleh memakai akun anonim. “Pasukan Khusus” meminta mereka mencomot foto-foto orang lain untuk dijadikan potret profile akun palsu.
“Kami mengambil foto-foto itu dari Google. Terkadang kami mengambil milik teman kami sendiri, atau foto dari grup Facebook maupun WhatsApps. Mereka juga berpesan, menggunakan foto perempuan cantik untuk menarik perhatian pengikut,” akunya.
Bahkan, di akun palsu Facebook milik Alex Cs, juga mengambil foto-foto artis luar negeri sehingga terkesan mereka adalah fans berat Ahok.
Berita Terkait
-
Undang Megawati dan Ketua Partai Koalisi, Jokowi Makan Ikan Asin
-
Temui Jokowi, Wali Kota Seluruh Indonesia Minta Naik Gaji
-
Minta Moratorium CPNS Dicabut, Wali Kota Manado: Kami Butuh PNS
-
Fahri Hamzah: Kabinet Jokowi Pengecut, KPK Jadi Ugal-ugalan
-
Malam Ini Jokowi Bertemu Ketum Parpol Pendukung di Istana?
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap