- Daya Wanita PAM JAYA dan WCR menggelar edukasi gizi serta ketahanan air untuk menanggulangi stunting anak di Jakarta Utara.
- Edukasi tersebut berfokus pada pentingnya protein hewani dan sanitasi, menyasar ibu-ibu penggerak masyarakat di tiga kelurahan strategis.
- Program kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya PAM JAYA berkelanjutan menurunkan angka stunting sejak tahun 2023.
Suara.com - Daya Wanita PAM JAYA bersinergi dengan Women and Children Resilience (WCR) menggelar aksi edukasi gizi cerdas dan ketahanan air demi mencetak generasi penerus bangsa yang bebas stunting.
Ketua Women and Children Resilience (WCR), Margaretha Hanita, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu kegiatan yang secara serius dipantau keberlanjutannya karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
"Generasi penerus berada pada masa emas yang sangat menentukan. Kami tentu berharap anak-anak tumbuh dengan dukungan yang positif, baik dari sisi gizi, lingkungan, maupun pola asuh. Edukasi kepada seorang ibu menjadi titik awal yang sangat penting, karena dari sana lah kualitas generasi masa depan dibentuk, yang pada akhirnya akan memengaruhi arah bangsa ke depan," ujar Hanita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan edukatif yang menyasar kaum ibu ini dilaksanakan secara masif di tiga titik strategis wilayah Jakarta Utara, yakni Kelurahan Semper Timur, Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Rorotan.
Para peserta yang hadir merupakan garda terdepan penggerak masyarakat, mulai dari ibu-ibu TP PKK, Dasawisma, hingga kader Posyandu.
Rangkaian acara ini diawali dengan pertemuan di Aula Kantor Kelurahan Semper Timur pada 10 Februari lalu, yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kewilayahan serta pengurus PAM JAYA.
Fokus utama dalam sesi tersebut adalah pemahaman mendalam mengenai konsep Gizi Cerdas, terutama krusialnya asupan protein hewani sejak dini bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Selain asupan nutrisi, faktor sanitasi dan akses air bersih ditekankan sebagai fondasi utama lingkungan sehat agar anak terhindar dari penyakit infeksi yang menghambat penyerapan gizi.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menegaskan bahwa keterlibatan Daya Wanita PAM JAYA merupakan bagian penting dari pendekatan yang lebih menyentuh keluarga secara langsung.
Baca Juga: IPA PAM JAYA Terbakar! Api Lahap Bak Penampungan Air di Muara Karang, Diduga Akibat Percikan Las
"Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, dan tidak bisa hanya lewat satu pendekatan. Melalui peran Daya Wanita PAM JAYA, kami ingin hadir lebih dekat dengan para ibu, berbagi pengetahuan tentang gizi dan pentingnya air bersih, karena dari keluarga lah masa depan anak-anak Jakarta dibentuk," ujar Arief.
PAM JAYA meyakini bahwa keterlibatan aktif kaum perempuan dalam gerakan ini akan memperkuat peran keluarga dalam membangun lingkungan yang sehat, higienis, dan lebih berdaya.
Program kolaboratif ini merupakan wujud konsistensi PAM JAYA dalam mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting yang telah digulirkan secara berkesinambungan sejak tahun 2023.
Berdasarkan data yang dihimpun, intervensi stunting ini telah menyentuh 409 anak pada 2023 dan melonjak signifikan menjangkau 1.129 anak di 36 kelurahan pada tahun 2024.
Pada tahun 2025 dan 2026, ekspansi program terus diperluas ke wilayah Jakarta Timur, dengan tambahan fasilitas pemberian toren air gratis serta monitoring ketat bagi ibu hamil dan pasangan pra nikah.
Berita Terkait
-
IPA PAM JAYA Terbakar! Api Lahap Bak Penampungan Air di Muara Karang, Diduga Akibat Percikan Las
-
Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
BRI Peduli Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting di Indonesia
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan