- Perayaan Imlek 2026 Partai Demokrat di Djakarta Theatre dihadiri AHY dan menampilkan SBY pada Rabu (18/2/2026).
- SBY menceritakan inspirasi perjalanan Tiongkok 2006 untuk pengembangan pariwisata dan penciptaan lagu "Hening" 2008.
- Acara ini dihadiri tokoh penting, termasuk Dubes Singapura, mempererat silaturahmi serta menunjukkan kepedulian keberagaman.
Suara.com - Kemeriahan perayaan Imlek 2026 yang digelar Partai Demokrat di The Ballroom Djakarta Theatre pada Rabu (18/2/2026) berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.
Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ini menjadi semakin spesial dengan penampilan khusus dari Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menaiki panggung dengan penuh wibawa, SBY menyapa para hadirin dengan sisi humanisnya. Sebelum memulai penampilannya, ia sempat membagikan kisah di balik karya-karya seninya.
"Izinkan seorang seniman ini bicara," ujar SBY di hadapan para kader dan tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, SBY mengenang memorinya saat mengunjungi Tiongkok pada tahun 2006, khususnya ke wilayah Nanning dan keindahan alam Guilin.
Pengalaman tersebut tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi pribadinya, tetapi juga bagi pembangunan pariwisata di Indonesia.
Ia menceritakan bagaimana keindahan gua di Guilin menginspirasinya untuk mengembangkan Gua Gong di Pacitan bersama Mari Elka Pangestu yang saat itu menjabat sebagai menteri terkait.
Tak hanya soal pariwisata, perjalanan menyusuri Sungai Li Jiang juga memberikan inspirasi musikal bagi SBY.
Dua tahun setelah kunjungan tersebut, tepatnya pada tahun 2008 saat berada di Istana Cipanas, ia menciptakan sebuah lagu berjudul "Hening".
Baca Juga: SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
"Tiba-tiba hati saya digerakkan untuk membuat lagu. Saya ambil gitar di bagian belakang Istana Cipanas. Saya sambil mengingat kembali my beautiful memory waktu berkunjung ke Nanning itu," kenang SBY mengenai proses kreatifnya.
Uniknya, meski lagu tersebut dimaksudkan untuk mengekspresikan keindahan desa-desa di Indonesia, SBY mengakui adanya pengaruh budaya yang kuat dari perjalanan tersebut.
"Tanpa saya sadari, ternyata ada sentuhan nuansa kultur Mandarin," tambahnya.
Usai bercerita, SBY kemudian melantunkan lagu "Hening" dengan penuh penghayatan di atas panggung yang megah. Melalui lirik yang berisi doa dan harapan akan kedamaian negeri, SBY mengajak seluruh hadirin untuk merenung di tengah suasana perayaan Imlek yang damai.
Acara Imlek Demokrat 2026 ini menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk mempererat silaturahmi serta menunjukkan kepedulian terhadap keberagaman budaya di Indonesia.
Perayaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng. Dalam sambutannya, Dubes Kwok memuji semangat multikulturalisme Indonesia.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang juga hadir, antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta sejumlah Wakil Menteri seperti Stella Christie dan Ossy Dermawan. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Angpao Imlek Bingung Buat Apa? Ini 3 Rekomendasi Jam Tangan Casio di Bawah Rp500 Ribu
-
Satu Februari, Empat Makna: Valentine, Imlek, Pra-Paskah, dan Ramadan
-
Tak Balas Undangan Imlek Sarwendah, Betrand Peto Pilih Nyekar Bareng Ruben Onsu
-
Unboxing Angpau Imlek Dapat Rp200 Juta, Ryu Kintaro Tetap Kecewa: Gak Dapat Iphone 17
-
Hormati Mendiang Ayah, Sarwendah Rayakan Imlek tanpa Angpao dan Baju Merah
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray