Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut membantu aparat Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi 119 sekolah di Jakarta.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamerta mengatakan, bentuk bantuan yang diberikan KPK kepada polisi di antaranya yakni merekomendasikan ahli-ahli yang dianggap berkompeten untuk dimintai keterangan dalam kasus itu.
"Untuk asitensi hal-hal yang berkaitan dengan teknis. Misalnya penyidik butuh ahli, KPK akan merekomendasikan beberapa ahli yang menurut KPK tepat, karena KPK sudah pernah menggunakan ahli-ahli itu dalam penanganan kasusnya," kata Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Jumat (3/8/2018).
Adi mencontohkan, ahli yang akan direkomendasikan KPK dalam penanganan kasus rehab sekolah ini seperti ahli dalam bidang kontruksi. Namun, polisi telah menemukan ahli kontruksi yang dilibatkan untuk membantu penyelidikan kasus tersebut.
"Misalnya masalah konstruksi mereka sarankan gunakan ahli ini gitu. Atau mereka menanyakan apakah dari pihak Polri sudah menggunakan ahli dalam hal konstruksi. Kalau pun kita sudah, kita akan lihat keterangan ahli gimana gitu kan," bebernya.
Dia menambahkan, kerja sama antara Polri dan KPK bukan pertama kali ini dilakukan. KPK, kata dia, sudah sering membantu polisi terutama dalam penanganan kasus korupsi. Dari kerja sama ini, KPK pun memiliki data-data kasus korupsi yang sedang ditangani Polri.
"Kita tuh setiap saat selalu diaudit. Karena setiap SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang kita munculkan dalam tindak pidana korupsi itu terlaporkan ke KPK dan KPK punya datanya. Setiap saat KPK bawa itu data-data penanganan kasus korupsi yang kita tangani. Kemudian mereka menanyakan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan pelaksanaanya. Sambil mencatat progres reportnya," tandasnya.
Sebelumnya, penyidik KPK mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (27/7/2018). Kedatangan KPK itu guna membantu sekaligus menanyakan perkembangan kasus rehabilitasi sekolah yang sedang diselidiki polisi.
Selain KPK, Inspektorat DKI Jakarta juga ikut melakukan rapat terkait perkara dugaan korupsi proyek rehabilitasi sekolah yang anggarannya berasal dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta Tahun 2017.
Baca Juga: Gemas dengan Pemerintah soal Atlet, Ibnu Jamil Lakukan Ini
Polisi mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi 119 sekolah di Jakarta setelah mendalami laporan Inspektorat DKI Jakarta. Menyeruaknya kasus korupsi ini karena ada dugaan penggelembungan harga berkaitan dengan spesifikasi barang terkait proyek yang nilai anggarannya mencapai Rp 191 miliar.
Meski kasus ini telah diselidiki, polisi belum menyebutkan total kerugian negara dalam proyek tersebut.
Berita Terkait
-
KPK Diminta Usut KKN di Proyek Lelang Bandara Baru Kulon Progo
-
Fashion Art Vibes #02, Ajang Kreatif Desainer Muda Indonesia
-
Polri: Siapa Bilang Polisi Tak Niat Tangani Kasus Novel Baswedan?
-
Diperiksa KPK, Mensos Idrus Ditanya soal Rapat Proyek PLTU Riau
-
Korupsi PLTU Riau-1, CCTV Rumah Sofyan Basir Ungkap Ada Pertemuan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa