Suara.com - Muhamad Alhafidz, bayi yang mengalami kelainan saat lahir menghembuskan nafas terakhir di RS Hermina, Kota Bogor. Bayi dengan kondisi usus terburai dan mata tidak bisa melihat itu meninggal dunia setelah berjuang hidup sekitar 2 pekan.
Ayah Hafidz, Cecep (34) mengatakan putra semata wayangnya itu meninggal dunia di RS Hermina Kota Bogor sekitar pukul 10.30 WIB pagi tadi. Jasad Hafidz pun langsung dimakamkan oleh pihak keluarganya di pemakaman umum yang tak jauh dari rumahnya.
"Iya, (anak saya) meninggal di rumah sakit pagi tadi sekitar jam setengah 10.30 WIB," ungkap Cecep, saat ditemui Suara.com, di rumahnya di Jalan Ciremai Ujung, Gang Masjid Al-Mustofa, Keluarahan Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (6/8/2018).
Sebelum meninggal dunia, Hafidz sempat menjalani operasi oleh tim dokter rumah sakit pada Selasa 31 Juli 2018 lalu. Namum pascaoperasi, kondisi Hafidz terus mengalami penurunan dan semakin memburuk.
Kondisi tersebut membuat tim dokter rumah sakit sempat melakukan operasi kecil dengan memasang sebuah alat untuk membantu Hafidz bernafas. Tetapi takdir berkata lain, Hafidz tidak dapat bertahan dengan kondisinya dan kembali ke Sang Pencipta.
"Kalau di rumah sakit, ya hampir tiga pekan. Selasa kemarin, dioperasi selama 5 jam, alhamdulillah lancar. Sempat membaik tuh, tapi mulai hari Jumat, kondisinya menurun sampai Minggu malam. Ya, akhirnya dia meninggal pagi tadi," beber Cecep.
Selama Hafid dirawat, Cecep yang berprofesi sebagai buruh parkir itu senantiasa menemani hari-hari putranya yang terbaring lemah di rumah sakit. Suara tangisan kecil Hafidz, menjadi satu-satunya kenangan indah sekaligus menyayat hati sebagai orangtua.
"Kan operasi itu Selasa, terus pas hari Kamisnya anak saya sempet nangis, kaya mau keluarkan air mata. Saya bilang, 'dedek yang kuat ya ayah selalu doain dedek. Ayah terus doain dedek biar sembuh'. Terus enggak lama diem, nangisnya berhenti," paparnya.
Dengan berlinang air mata, Cecep juga sempat menceritakan dua hari sebelum menginggal, Hafidz datang ke dalam mimpinya. Disitu, Hafid meminta maaf kepada Cecep dan pamit akan pergi.
Baca Juga: Hariyanto Arbi Minta Sektor Tunggal Putra Cepat Berbenah
"Malam Minggu kemarin, saya sempat mimpi anak saya. Di dalam mimpi itu anak saya kondisinya normal, juga sudah agak besar terus bilang 'ayah maafin Hafidz ya, Hafidz mau pulang'. Saya sempat jawab mau kemana, dia bilang gitu aja. Saya bangun, nangis terus saya salat tahajud," ungkap Cecep.
Meski buah hatinya sudah pergi untuk selamanya, Cecep mengaku telah ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai takdir Allah SWT. Tak lupa, Cecep mengucapkan terima kasih kepada rumah sakit dan pihak-pihak yang telah banyak membantu dan memberi dukungan saat Hafidz menjalani perawatan.
"Kami keluarga sudah ikhlas, kami sudah berjuang semampunya untuk kesembuhan Hafidz. Tetapi mungkin ini takdir, semoga Hafidz tenang di surga. Saya san keluarga berterima kasih kepada rumah sakit yang memberi pelayanan baik dan semua yang telah membantu Hafidz selama ini," tutupnya.
Sebelumnya, Muhamad Alhafidz bayi laki-laki yang lahir pada 19 Juli 2018 mengalami kelainan dengan kondisi usus terburai dari rongga perut dan kedua mata yang tidak dapat melihat akibat katarak.
Kondisi bayi yang lahir dari keluarga kurang mampu pasangan Cecep (34) dan Lika Meyanti (25) itu pun beredar luas di media sosial dan membuat empati masyarakat. Hafidz kemudian menjalani perawatan untuk berjuang hidup di RS Hermina Kota Bogor. (Rambiga)
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP