Suara.com - Nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko akhir-akhir ini ramai diperbincangkan sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Jokowi di Pilpres 2019.
Terkait hal tersebut, pengamat politik dan hukum Petrus Selestinus menuturkan, mengapa Moeldoko, layak menjadi cawapres mendampingi Jokowi, salah satunya terkait latar belakang militer mantan Panglima TNI itu.
"Moeldoko pernah menjadi Panglima TNI, sudah mencapai titik puncak di militer. Menduduki jabatan tersebut menunjukkan representasi profesionalnya dia," kata Petrus, Rabu (8/8/2018).
Menurut Petrus, dalam karir militernya pun tidak ada perilakunya yang menimbulkan kegaduhan.
"Lalu mungkin pertimbangan lain dari aspek menguasai teritorial, pengetahuan dia tentang kondisi NKRI secara keseluruhan melihat dari kacamata panglima TNI," ucapnya.
Dengan meraih Adhi Makayasa 1981 juga menjadi modal kuat Moeldoko mendampingi Jokowi, terutama dalam membuat kebijakan, strategi dan upaya kesiapsiagaan mengantisipasi ancaman dari dalam dan luar negeri.
"Itu semua dibutuhkan untuk Indonesia ke depan, khususnya masalah keamanan, Jokowi harus didampingi oleh seorang wakil yang kuat, harus menguasai kondisi menguasai keadaan," tuturnya.
Menurut Petrus, Jokowi membutuhkan seorang wakil yang punya loyalitas terhadap NKRI, dan itu ada dalam diri Moeldoko.
"Tidak boleh loyalitasnya abu-abu apalagi kecenderungan loyalitas ganda, apalagi ada ideologi lain," jelas Petrus.
Alasan lainnya, dengan menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menunjukkan Moeldoko adalah sosok yang peduli pada petani dan memahami sektor pertanian, sehingga jika menjadi pemimpin, ia bersama Jokowi bisa membuat Indonesia berjaya sebagai negara agraris.
"Itu salah satu referensi. dia seorang mantan Panglima TNI tetapi dia juga menunjukkan kedekatan dengan masyarakat bawah seperti petani. Dia juga punya pengetahuan yang cukup tentang bagaimana meningkatkan taraf hidup petani," ucap dia.
Kelebihan lainnya dari Moeldoko adalah punya kedekatan dengan Jokowi karena saat ini dipercaya menjadi KSP yang merupakan jabatan strategis di lingkungan Istana.
"KSP itu kan butuh orang yang betul-betul di percaya. Tidak boleh orang yang hari ini omong lain, besok omong lain. Sehingga, ketika Moeldoko dipercaya untuk memegang jabatan tersebut, maka itu menunjukkan ada chemistry antara Jokowi dan Moeldoko," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno