Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas adanya praktik prostitusi anak di Apartemen Kalibata City. Sandiaga meminta pemilik hati-hati menyewakan apartemen.
Hal ini menyusul aparat kepolisian yang membongkar dugaan praktik prostitusi yang melibatkan gadis belia atau anak-anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City.
"Karena kebetulan Kalibata City adalah sebuah lingkungan berbasis apartemen atau rusun kewenangan ada di developer yang, kita harus kerjasama dengan kepolisian dan juga dengan aparat setempat. " ujar Sandiaga di Komplek SMKN 27, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Sebab apartemen Kalibata City kerap dijadikan praktek prostitusi berdasarkan informasi dari masyarakat ataupun dari pengelola rusun.
"Karena ini sudah berulang kali kita mendapat masukan, bahwa ada prostitusi di Kalibata dan kita mendapat kerjasama baik sekali dari warga dan dari pengelola rusun tersebut," kata dia.
Karena itu, Sandiaga meminta kepada pemilik apartemen untuk berhati-hati dalam menyewakan apartemen dan memastikan bahwa tidak ada kegiatan praktek narkoba dan prostutusi.
"Karena kalau ada narkoba dan prostitusi nanti harga properti di situ akan turun dan kalau turun ekonomi akan turun dan tempat itu tidak akan bisa membuat satu ekonomi yang membuka lapangan pekerjaan," ucap Sandiaga.
Sandiaga mengatakan Pemprov DKI juga akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat, jika masih ditemukan praktik peredaran narkoba dan prostitusi.
"Tentunya kita kerjasama dengan kepolisian apapun sanksinya kita akan tegakkan dengan tegas," tandasnya.
Baca Juga: Prostitusi Anak Apartemen Kalibata City, Karyawan Diduga Terlibat
Dari pengungkapan kasus ini, polisi meringkus tiga tersangka prostitusi anakyakni SBR alias Obay, TM alias Oncom, dan RMV yang berperan sebagai mucikari dalam bisnis esek-esek tersebut.
Berita Terkait
-
Prostitusi Anak Apartemen Kalibata City, Karyawan Diduga Terlibat
-
Pakai Beetalk, Derita PSK Anak di Apartemen Kalibata City
-
Antar Prabowo Daftar Capres, Sandiaga: Buruh Tak Perlu Long March
-
Gerebek Apartemen Kalibata, Polisi Dapati Gadis Belia dan Kondom
-
Namanya Masuk Bursa Cawapres Prabowo, Begini Reaksi Sandiaga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan