Suara.com - Sudah empat bulan, kasus penyidikan tewasnya dua anak saat pembagian sembako di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat masih jalan di tempat. Meski status kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam insiden pembagian sembako yang telah merenggut nyawa Muhammad Rizki (10) dan Mahase Junaedi (12).
Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditresrkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, alasan polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus karena belum menemukan unsur tindak pidana.
"Iya betul, belum ada (unsur pidana)," kata Jerry saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (9/8/2018).
Dalam proses penyidikan kasus ini, polisi juga telah mendapatkan hasil rekam medis dari dokter yang menangani korban saat dilarikan ke rumah sakit. Dari hasil medis tersebut, penyebab tewasnya Rizki dan Junaedi tak berkaitan dengan acara pembagian sembako.
"Sebab kematiannya jelas karena sakit (dari) hasil pemeriksaan dokter," kata dia.
Meski demikian, Jerry mengaku polisi belum berniat untuk menghentikan kasus tersebut pasca mendapatkan hasil rekam medis dari rumah sakit terkait penyebab korban tewas. Sayangnya, Jerri tak menjelaskan lebih rinci alasan polisi tetap melanjutkan penyidikan meski tak ditemukan unsur pidana dalam kasus pembagian sembako tersebut.
"Belum (ada keputusan kasus untuk disetop)," katanya.
Diketahui, Rizki dan Junaedi meninggal dunia setelah ikut mengantre pembagian sembako yang digagas Forum Untukmu Indonesia di Monas, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/4/2018). Kedua bocah itu sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Namun, nyawa Rizki dan Junaedi tak tertolong.
Baca Juga: Saham Saratoga Naik Setelah Sandiaga Uno Setor Mahar ke Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis