Suara.com - PKS berharap bisa mendapatkan jatah kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang baru saja ditinggalkan Sandiaga Uno setelah dipilih menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.
Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, kalau sesuai aturan, posisi Wagub DKI Jakarta bisa diambil oleh kader Partai Gerindra atau PKS. Sebab, kedua partai itulah yang mengusung Anies Baswedan – Sandiaga Uno pada Pilkada 2017.
"PKS telah memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka (Gerindra) memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub," ujarnya di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Disinggung soal nama Mardani Ali Sera yang dikabarkan santer menjadi nama terkuat untuk mengisi posisi Wagub DKI, Sohibul mengaku belum mengetahuinya.
Sohibul mengatakan, sosok kader PKS yang bakal menjadi Wagub DKI baru dibahas pada Senin (13/8) pekan depan.
"Itu (nama Mardani) belum tau. Dalam waktu dekat ini (akan dibahas), nanti Senin kami sudah proses, baru tau namanya," jelasnya.
Sementara politikus PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, Partai Gerindra maupun Prabowo bakal legawa kalau menyerahkan jatah kursi Wagub DKI Jakarta kepada PKS.
"Saya yakin juga, karenanya Gerindra ataupun Pak Prabowo legawa untuk memberikan kursi wakil gubernur kepada PKS." tutur Hidayat.
Baca Juga: Fakta Menarik di Pernikahan Ma'ruf Amin, Ketika 3 Cawapres Kumpul
Berita Terkait
-
Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Diri Sandiaga Uno
-
Tinggalkan Demokrat, Prabowo Gaet Sandiaga Uno Jadi Cawapres
-
Koalisi Prabowo Putuskan Capres - Cawapres Tanpa Demokrat
-
Sandiaga Maju, PKS Ngotot Ingin Salim Segaf Jadi Cawapres Prabowo
-
Dituding Terima Duit dari Sandiaga, PKS Akan Laporkan Andi Arief
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam